Dana TPG Tak Kunjung Cair, Guru Honorer se-Bandung Raya Gelar Demo

KAMIS, 2 JUNI 2016

BANDUNG — Massa yang terdiri dari guru honorer yang berada di bawah Dinas Pendidikan (Disnak) se-Bandung Raya, mengeluhkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang tak kunjung cair. Di tengah guyuran hujan, mereka membentangkan poster kekecewaan terhadap pemerintah, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (2/6/2016).
TPG sendiri dicairkan setiap triwulan. Dimana setiap bulan seharusnya mendapat Rp 1,5 juta. Namun sudah 11 bulan tak mendapat dana tersebut.
“Tidak dicairkan selama tahun 2015 dua triwulan dan 2016 mau dua triwulan juga. Harusnya minimal triwulan bukan April sudah cair untuk tahun 2016, sedangkan untuk yang terhutang (2015) belum ada kabar berita sampai saat ini,” ujar Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH), Yanyan Herdiyan di dalam aksi.
Padahal secara administrasi, ia mengklaim, sudah tidak ada masalah. Artinya sudah sah dan sudah seharusnya segera menapatkan pencairan.
“Tapi kami saat mencairkan ke bank tidak ada dana,” ucapnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah bisa menguruskan masalah keterlambatan TPG tersebut kepada Pemerintah Pusat. Yanyan menerka, mandegnya dana tersebut sebab ada permasalahan dalam struktural di Dinkes. Dimana kerap putus komunikasi, sehingga para guru honorer tidak mengetahui informasi terkait syarat-syarat.
“Seharusnya kan orang disdik mengumpulkan (syarat-syarat) lalu menguruskan. Masa Disdik Kota Bandung kalah sama Papua, mereka menguruskan sendiri, padahal jarak Bandung kan cuma dua jam ke Jakarta,” paparnya.
Pihaknya meminta pihak Dinkes bisa memperhatikan permasalahan TPG. Demikian guru honorer tidak dibiarkan sendiri mengurus yang sifatnya administratif.
Idealnya seorang guru hanya terlibat dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM). Tak seharusnya terjun mengurus keterlambatan TPG.
“Kalau masalah administrasi  keuangan harusnya ada yang mengurus, Dan mereka dibayar sama negara,” pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...