Bupati Sumenep Minta Pimpinan SKPD Koperatif Terhadap Jurnalis

SENIN, 27 JUNI 2016

SUMENEP — Para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang di daerah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diminta lebih koperatif terhadap jurnalis yang hendak melakukan aktifitas jurnalistik. Keterbukaan tersebut akan dapat menyeimbangkan terhadap sebuah pemberitaan, agar tidak terkesan sepihak.
Peran jurnalis yang ada di daerah memang perlu diacungi jempol, karena bagaimanapun pemberitaan yang telah disajikan akan dapat memberikan informasi yang valid terhadap masyarakat, sehingga di era keterbukaan seperti sekarang, masyarakat yang tinggal di pedesaan dengan mudah mendapatkan sebuah informasi. 
“Disinilah kita saling pengertian dan menghargai sesuai prosedur yang ada, makanya janganlah dipersulit untuk ketemu apabila teman-teman jurnalis hendak melakukan wawancara. Karena jika mempermudah memberikan peluang wawancara akan dapat membuat berita itu imabng,” kata A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, Senin (27/6/2016) malam, saaat acara silaturrahmi dengan para awak media.
Disebutkan, bahwa dengan mepersulit untuk memberikan sebuah keterangan yang akan diminta oleh para jurnalis itu kurang baik, sebab sekarang ini sudah bukan waktunya saling menutup-nutupi. Karena jika itu terjadi pemberitaan yang muncul kurang berimbang. Oleh sebab itu temuan jurnalis akan dapat menjadi pembanding serta acuan untuk  ditindaklanjuti.
“Ketika sudah tertutup kepada jurnalis akan mengalami kerugian tersendiri, karena tidak bisa memberikan data yang dijadikan pencerahan sebagai pembanding. Makanya jangan sesekali mempersulit jurnalis untuk melakukan wawancara,” jelasnya.
Sementara Abd. Rahem, Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) mengaku sepaham apa yang telah disampaikan oleh bupati, karena saat ini sudah waktunya era keterbukaan informasi, sehingga tidak perlu lagi ada yang ditutup-tutupi. Sebab jika hal itu terjadi justru yang dirugikan adalah masyarakat yang tidak bisa menerima informasi secara utuh.
“Ya saya sepekat apa yang disampaikan oleh bupati, jadi pimpinan SKPD atau pejabat lain tidak perlu takut atau alergi terhadap jurnalis. Karena para jurnalis hanya butuh konfirmasi demi keutuhan berita yang ditulis, supaya publik itu tahu secara utuh,” paparnya.
[M. Fahrul]
Lihat juga...