Berkah Jelang Ramadhan, Pembersih Makam di Malang Raup Rejeki dari Peziarah

MINGGU, 5 JUNI 2016

MALANG — Berbeda dengan hari-hari biasanya yang terlihat sepi, sehari menjelang bulan suci Ramadhan banyak Tempat Pemakaman Umum (TPU) maupun Taman Makam Pahlawan (TMP) di Malang justru terlihat ramai dikunjungi peziarah yang melakukan tradisi ziarah kubur (nyekar) ke makam sanak keluarganya. 
Banyaknya peziarah yang datang ke makam rupanya membawa berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat terutama anak-anak yang memanfaatkannya untuk meraup rejeki dengan menjadi petugas pembersih makam.
Seperti yang terlihat di TMP Suropati kota Malang. Dengan berbekal sapu lidi, arit dan beberapa botol air, para pembersih makam ini yang kebanyakan masih usia remaja dan anak-anak terlihat bergerombol di dekat pintu masuk TMP. Saat ada peziarah yang masuk ke lokasi pemakaman, beberapa orang pembersih makam dengan cepat langsung mendekati peziarah untuk membersihkan makam.
Di tempat ini, petugas pembersih makam bertugas mencabut rumput yang biasanya banyak tumbuh di atas makam dan membersihkan area sekitar makam dari dedaunan dengan menggunakan sapu lidi. Usai melakukan tugasnya, biasanya mereka akan mendapatkan uang dari peziarah.
Semi salah satu petugas pembersih makam mengaku tidak pernah memasang tarif untuk jasanya tersebut. Ia mau menerima berapa saja uang yang di berikan peziarah.
“Mau dikasih uang banyak Alhamdulillah, mau dikasih sedikit ya tidak apa-apa tetap saya terima. Tapi kebanyakan peziarah memberinya uang antara lima ribu sampai dua puluh ribu rupiah,”ungkap remaja yang masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini, Minggu (5/6/2016).
Ia menyampaikan bahwa TMP Suropati sudah mulai ramai di kunjungi peziarah satu minggu belakangan ini. Menurutnya hal tersebut sudah biasa terjadi menjelang bulan suci Ramadhan.
Semi juga mengatakan, dalam melakukan pekerjaannya tersebut ia tidak sendiri. Biasanya ia di bantu Adi, temannya yang masih duduk di bangku kelas lima Sekolah Dasar (SD). Namun begitu Semi mengaku, ia bersama temannya tersebut tidak melakukan pekerjaan membersihkan makam setiap hari, tapi hanya hari-hari tertentu saja pada saat ramai peziarah.
“Selain menjelang Ramadhan dan hari raya, peziarah biasanya banyak yang datang untuk nyekar pada hari Jumat legi,”tutupnya.
[Agus Nurchaliq]
Lihat juga...