MINGGU, 5 JUNI 2016
LAMPUNG — Bulan Sya’ban dalam kalender Islam akan segera berakhir dan penentuan awal Ramadhan untuk menjalankan masa puasa segera tiba. Itu berarti bulan Ramadhan yang ditunggu umat Muslim akan segera tiba. Menyambut bulan penuh berkah ini, beragam tradisi unik dilakukan oleh masyarakat muslim Indonesia. Salah satunya dilakukan umat Muslim di pantai pesisir Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Sejak pagi sepanjang pantai pesisir Lampung Selatan dipenuhi oleh warga yang berasal dari beberapa wilayah terutama yang jauh dari laut untuk melakukan tradisi mandi di laut menjelang bulan Ramadhan.
Masyarakat Lampung Selatan tersebut menyebut kegiatan tersebut dengan tradisi Ngelop yang dilakukan oleh masyarakat kecamatan Kalianda,Kecamatan Bakauheni,Kecamatan Rajabasa,Kecamatan Ketapang Lampung Selatan yang ada di sepanjang garis pantai Timur dan Barat Lampung dan beberapa wilayah lain di Lampung Selatan. Dalam tradisi ini, masyarakat yang mendatangi pantai pantai tersebut mandi di laut beramai-ramai dengan niat menyucikan diri sebelum melakukan puasa di bulan Ramadhan.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan bersama keluarga lengkap bersama anak anak kami serta juga tetangga bersama ke pantai mandi untuk persiapan bulan suci Ramadhan dan biasanya kami juga membawa bekal sebagai ungkapan rasa syukur masih bisa bertemu bulan Ramadhan tahun ini” ungkap Sulaiman (40) kepada Cendananews.com di pantai Ketapang Kecamatan Ketapang Lampung Selatan Minggu pagi(5/6/2015).
Ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya masyarakat Kalianda,Ketapang, Rajabasa serta pesisir pantai pantai Kalianda memadati kawasan pantai di pesisir Kecamatan Rajabasa, Kalianda, Bakauheni dan Ketapang. Sebagian besar memilih hari ini dengan asumsi awal puasa akan dimulai pada esok hari sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Warga menggelar tradisi ngelop atau membersihkan diri untuk memasuki bulan suci Ramadhan menjelang sore namun seiring berjalannya waktu masyarakat bahkan sudah mendatangi pantai sejak pagi. Awalnya tradisi ini dilakukan di pantai sambil menyambut matahari terbenam pada sore hari hingga maghrib, bertepatan dengan pergantian tanggal memasuki bulan Ramadhan. Waktunya biasanya menjelang pertengahan sore atau sekitar pukul 15.00 WIB hingga matahari terbenam sebelum tiba waktu shalat magrib.
Semua warga tanpa kecuali tua muda,wanita,laki laki dan anak-anak hingga orang dewasa mengikuti tradisi ini. Mereka asyik mandi di pinggiran pantai yang punya bentangan pasir putih cukup panjang tersebut. Selepas mandi, biasanya mereka kemudian bermain di tepi pantai. Sebagian besar datang ke pantai menggunakan kendaraan bak terbuka,kendaraan roda dua secara bersama sama sambil membawa perbekalan dan bahkan anak anak membawa peralatan renang seperti pelampung dan ban.
Tradisi ngelop dilakukan sejak bertahun-tahun lalu hingga saat ini. Dan tradisi ini telah menjadi kebiasaan warga Lampung Selatan menjelang puasa secara turun-menurun. Dengan mandi di laut, mereka berharap dapat mensucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Warga juga percaya, dengan menjalankan tradisi Ngelop, mereka dapat menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh tanpa adanya gangguan apapun.

Sementara menurut warga Desa Karangsari Kecamatan Penengahan, Awaludin(50) dalam tradisi ngelop ,selepas mandi di laut, ribuan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan juga menggelar tradisi bancakan. Tradisi bancakan merupakan tradisi makan bersama di pinggir laut sembari melakukan tradisi Ngelop. Tradisi bancakan bermakna syukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan.
“Kami makan bersama dengan membawa ikan mentah lalu dibakar ditepi pantai dan dimakan dengan daun pisang secara bersama sama dengan anggota keluarga,”ujar Awaludin yang mengajak istri, anak dan cucunya.
Selain itu makna lain dari tradisi bancakan menurut Awaludin yakni membangun silaturahmi dengan sesama untuk dapat saling memaafkan saat akan memasuki bulan suci ramadan. Seperti halnya Nngelop, tradisi bancakan ini juga telah secara turun temurun dilakukan. Biasanya kegiatan ini dilakukan sepanjang bulan tiga dalam kalender Hijriah hingga satu hari menjelang bulan puasa.
Selain tradisi ngelop,masyarakat di Lampung mengenal tradisi menyucikan diri menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan,diantaranya dengan tradisi ‘Belangiran’, yakni ritual mandi di sungai untuk membersihkan diri yang bermakna suci jasmani maupun rohani.
Makna belangiran bagi sebagian masyarakat bermakna
mensucikan diri menyambut bulan suci Ramadhan dan tidak hanya membersihkan jasmaniah saja, tapi lebih berorientasi kepada mensucikan diri dan hati dari rasa iri, dengki, benci, sombong, dan rasa dendam pada seseorang.
Selain itu, mensucikan harta yang dimiliki dengan mengeluarkan zakat dan sedekah serta melengkapinya dengan melakukan permohonan maaf pada kedua orang tua, saudara kandung, kerabat-kerabat. Berbeda dengan ngelop yang dilakukan di pantai belangiran yaitu tradisi mandi bersama untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan dilakukan di sungai.
Ritual belangiran ini biasanya dilaksanakan di Sungai Sumur Putri atau dikenal dengan sebutan Kali Akar, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Warga sangat menikmati tradisi tersebut. Mereka beramai-ramai turun ke sungai. Tradisi belangiran sebenarnya sama dengan ritual serupa di daerah lain.
Di Jawa, misalnya, warga mengenalnya dengan sebutan ‘padusan’. Sementara itu, warga Minang menyebutnya dengan mandi ‘balimau’. Intinya adalah ritual membersihkan diri menyambut Ramadhan.(Henk Widi)