Ajari Warga Berbagi, Titiek Soeharto Berlakukan Subsidi Silang Pembagian Sembako

MINGGU, 19 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Tak ingin sekedar berbagi, Titiek Hediati Soeharto memberlakukan subsidi silang bagi 400 penerima paket sembako sebagai bingkisan di Bulan Ramadhan ini di Balai Desa Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, Minggu (19/6/2016). Warga penerima diwajibkan memberi subsidi sebesar Rp. 10.000 Per Paket, yang kemudian disalurkan kepada fakir miskin lainnya. 

Dengan subsidi silang, masyarakat diharapkan bisa tergerak juga untuk saling berbagi kepada sesama. Demikian ditegaskan salah satu tokoh masyarakat setempat, Sarjana, SE., saat membuka kegiatan sosial bagi paket sembako di Balai Desa Ngalang mewakili Titiek Hediato Soeharto.
Sementara itu, Titiek yang selalu antusias menemui masyarakat kecil menyampaikan, jika bagi paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial di Kabupaten Gungkidul, juga diadakan di Desa Katongan Kecamatan Nglipar secara bersamaan. Dua desa tersebut dipilih, karena tingkat kemampuan ekonomi masyarakatnya yang masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan.

Hal demikian dibenarkan oleh Kepala Desa Ngalang, Kadri. Dikatakan, dengan jumlah 3.000 Kepala Keluarga di seluruh Desa Ngalang, mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh harian lepas. “Karena itu, di desa kami memang masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan”, ungkapnya. 

Di Gunungkidul, Titiek Soeharto membagikan 1.000 paket sembako, yang 800 di antaranya dibagikan di Balai Desa Ngalang. Sedangkan 200 paket sembako lainnya dibagikan kepada warga Desa Katongan di Kecamatan Nglipar. Sementara dari total 800 paket sembako yang dibagikan di Balai Desa Ngalang, sebanyak 400 paket dikenakan iuran sebesar Rp. 10.000 Per Paket. Hasil iuran itu kemudian akan disalurkan ke fakir miskin lainnya.

Gelar kegiatan sosial di Gunungkidul, juga merupakan rangkaian dari kegiatan Titek Hediati Soeharto Bagi-bagi 5.000 Paket Sembako, yang pelaksanaannya didukung oleh Graha Artha Peduli Foundation dalam aksi bagi sembako 5.000 paket di empat kabupaten dan satu kota di DI Yogyakarta, yang telah berlangsung sejak Jumat 17 Juni 2016, kemarin. (koko)
Lihat juga...