518 Masyarakat Sikka di Semua Kecamatan Terdeteksi HIV dan AIDS

SENIN, 6 JUNI 2016

MAUMERE — Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menyatakan terjadi laju peningkatan kasus HIV dan AIDS dalam beberapa tahun terakhir amat pesat. 

Yohanes Siga  (kedua kanan) saat bersama Warga Peduli AIDS (WPA) kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat.
Hingga Maret 2016 jumlah peenderita HIV dan AIDS di kabupetn Sikka berjumlah 518 kasus dengan rincian 133 kasus HIV dan 381 kasus AIDS.Berdasarkan berdasarkan jenis kelamin laki-laki berjumlah 321 kasus dan perempuan sebesar 197 kasus. Demikian disampaikan Yohanes Siga ketua KPA kabupaten Sikka dalam press release yang diterima Cendana News,Senin (6/6/2016). 
Dikatakan Yohanes,sejak pertama kali ditemukan 3 kasus di kecamatan Alok Maumere tahun 2003,sampai tahun 2015 kasus HIV dan AIDS telah menyebar pada seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka.
“ Saat ini tidak ada lagi Kecamatan di kabupaten Sikka yang luput atau bebas dari HIV dan AIDS,” sebutnya.
Presentasi kumulatif kasus HIV dan AIDS sambung Yohanes,terjadi pada kelomnpok umur 20 sampai 24 tahunn sebanyak  68 kasus atau sebesar 13 persen dan kelompok umur 25 hingga 49 tahun sebanyak 391 kasus atau 76 persen dari total kasus.
Cara penularan atau presentasi kasus HIV dan AIDS menurut faktor resiko sambungnya, terjadi melalui hubungan seks heteroseksual sebesar 91 % dan sisanya penularan melalui ibu ke anak, homoseks dan penggunaan jarum suntik narkoba.
Sedangkan data berdasarkan profesi beber Yohanes,urutan pertama di tempati oleh ibu rumah tangga sebesar 112 kasus, wiraswasta 84 kasus dan petani 63 kasus.Penderita yang berprofesi sopir  menempati posisi berikutnya dengan 36 kasus, buruh 34 kasus serta PSK 27 kasus.
Yang paling mengenaskan, terdapat 12 balita yang terdeteksi mengidap HIV dan AIDS dan profesi pengojek 18 kasus, PNS/TNI/Polri 10 kasus, mahasiswa 6 kasus dan nelayan 5 kasus.
“Hampir semua profesi telah dilaporkan terinfeksi HIV dan AIDS hingga pendataan terkahir Maret 2016,” terangnya.
Selain itu,tambah Yohanes,berdasarkan kecamatan distribusi HIV dan AIDS sejak tahun 2003 hingga Maret 2016,urutan pertama ditempati kecamatan Alok sebanyak 75 kasus diikuti Alok Barat 72 kasus. Kecamatan Alok Timur dan dan Nita menduduki urutan ke tigadan ke empat  sebanyak 46 kasus dan 31 kasus.
Kecamatan Kangae menyusul di belakangnya dengan 31 kasus diikuti Magepanda 24 kasus nWaigete 23 kasus,Talibura 22 kasus serta Mego 21 kasus Intinya ungkap Yohanes semua kecamatan di Sikka sudah teriinfeksi HIV dan AIDS.(Ebed de Rosary)
Lihat juga...