RABU 4 MEI 2016
YOGYAKARTA — Tingkat keamanan dalam lingkungan Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta patut dipertanyakan, menyusul mencuatnya kasus pembunuhan yang menimpa mahasiswi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan, atas nama Feby Kurnia Nuraisyah (19). Kamera CCTV yang diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku kriminal, ternyata kameranya tidak berfungsi.

Dekan FMIPA UGM, Pekik Nurwantoro, saat berada di Markas Kepolisian Daerah DI Yogyakarta, Rabu (4/5/2016), mengatakan, sebenarnya di sejumlah kawasan luar dan dalam Kampus UGM, sejak setahun lalu sudah dilengkapi dengan Kamera CCTV. Termasuk lorong dan ruang toilet di lokasi kejadian pembunuhan yang menimpa salah satu mahasiswinya tersebut. Namun, sayang, ternyata pada saat kejadian itu Kamera CCTV di sekitar toilet dalam keadaan mati.
Atas kejadian naas dan memprihatinkan yang sempat membuat sejumlah mahasiswa lain merasa takut dan khawatir berada di ruangan kampus seorang diri, Pekik menyatakan, pihaknya akan lebih memperketat pengamanan kampus dan lingkungan sekitar kampus dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian. Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa kondisi Kamera CCTV, yang diakuinya sangat penting dalam upaya penjagaan keamanan.
Sementara itu, terkait dengan tersangka pelaku pembunuhan terhadap salah satu mahasiswinya, Pekik mengakui jika tersangka pelaku tersebut memang merupakan petugas kebersihan di kampusnya. Namun demikian, tersangka pelaku inisial EA tersebut sebenarnya hanya karyawan outsourching yang kebetulan beberapa hari ke depan akan habis masa kontrak kerjanya.
Terhadap hal itu pun, Pekik yang didampingi Kepala Bagian Humas UGM, Iva Ariyani, Kepala Kantor FMIPA, Wiyono dan sejumlah staf lainnya, menyatakan, pihaknya akan lebih memperketat pengamanan dalam hal penerimaan tenaga kerja kontrak. Bahkan, pihaknya pun mempertimbangkan akan menghapus sistem outsourching, sehingga bisa menjamin kinerja karyawan. (Koko Triarko)