Titiek Soeharto: Petani Muda Harapan Masa Depan Pertanian Indonesia

MINGGU, 8 MEI 2016

YOGYAKARTA — Titiek Soeharto mengapresiasi sejumlah anak muda di dusun Jugang, Pangukan, Tridadi, Sleman, yang mampu berkiprah di bidang pertanian, khususnya hortikultura. Keberadaan anak muda yang mau bergelut di pertanian menjadi harapan baru bagi perkembangan dunia pertanian Indonesia.
Titiek Soeharto menanam pohon palem merah
Tergabung dalam Taruna Tani Kampung Flory, sebanyak 20 warga muda dusun Jugang sejak tahun 2014 mengembangkan beragam tanaman hias, sayur dan buah yang kini terbukti mampu memberikan penghasilan memuaskan bagi warga peserta taruna tani. Melalui CV Mitra Tani, Kelompok Taruna Tani Kampung Flory mampu menghasilkan omset sebesar Rp. 120 Juta perbulan, terdiri dari hasil penjualan tanaman hias, sayuran, buah dan pupuk kandang.
Karena keberhasilan anak muda itu, Titiek Soeharto tergerak mengunjungi mereka, dan melihat sendiri keberadaan kelompok tani muda tersebut pada Minggu (8/5/2016). Didampingi Ketua Taruna Tani Kampung Flory , Sudihartono dan sejumlah perangkat desa setempat, Titiek Soeharto meninjau langsung 3 lokasi budidaya tanaman hias, sayur dan buah milik Taruna Tani Kampung Flory.
Dalam kunjungan itu,  Titiek menyampaikan rasa bangganya kepada anak-anak muda yang mau dan mampu membuktikan bahwa dunia pertanian juga menjanjikan. Hal penting lain dari geliat anak muda di bidang pertanian itu, juga mampu membuat warga semakin sadar lingkungan di samping menambah penghasilan. Titiek berharap, agar Kelompok Flory mampu lebih mengembangkan usaha hotikultura. Apalagi, katanya, saat ini ruang informasi terbuka lebar melalui internet sehingga harus dimanfaatkan.
Guna mengembangkan pemasaran, pun Titiek menyampaiikan perlunya kreatifitas yang harus selalu dikembangkan. Dicontohkannya, jika di Bali saja pohon kamboja dengan kreatifitas tertentu bisa laku Rp. 20 Juta. Bahkan, sebongkah batu pun bisa dibuat meja yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. 
“Kita ini sudah dianugerahi alam yang kaya, sehingga tinggal mengolahnya. Dengan bergotong-royong seperti yang dulu sering ditekankan oleh Pak Harto, saya yakin masyarakat bisa lebih maju dan sejahtera”, pungkasnya.
[Koko Triarko] 
Lihat juga...