Sego Lengko, Makanan Tradisional yang Masuk Mall

MINGGU, 8 MEI 2016

BANDUNG — Masyarakat pesisir Pantai Utara, Jawa Barat, sebut saja Cirebon dan Indramayu tentu akrab dengan makanan sego lengko alias nasi lengko. Kelezatan makanan yang diyakini berprotein tinggi dan rendah kalori ini boleh diadu dengan makanan moderen manapun. 
Bila menilik cara pembuatannya, sego lengko ini sangat sederhana. Pertama-tama siapkan nasi selagi hangat lalu sertakan tempe dan tahu goreng yang sudah dipotong dadu. Selanjutnya ditambah cacahan mentimun segar dan tauge rebus. Berikan kecap sesuai selera dan taburan daun kucai. Di beberapa tempat terkadang ditambah bumbu kacang untuk melengkapi rasa nikmat. Tak ketinggalan kerupuk dan sambal bila memang ingin merasakan sensasi panas di lidah anda.
Kendati cukup tradisional, namun makanan ini kini bisa dinikmati di sebuah Mall. Sebut saja di Foodcourt Balubur Town Square (BTS), Jalan Tamansari, Kota Bandung.
Leli Lediyana (48), penjual sego lengko di Foodcourt BTS, menilai lengko adalah makanan murah meriah yang tak pernah sepi peminat. Belum satu tahun dia berjualan setiap harinya selalu saja ada konsumen yang datang.
“Rata-rata per-hari saya bisa jual 10 sampai 20 lengko, itu kalau hari-hari biasa, kalau Sabtu dan Minggu beda lagi,” ucap Leli kepada Cendananews, Minggu (8/5/2016).
Untuk satu porsi dia membanderol Rp.12.000. Cukup bersahabat untuk kantong anak sekolah sekalipun. Karena itu  pembelinya, kata dia, hampir semua lapisan umur.
“Dari anak SD sampai Kakek-kakek, Nenek-nenek banyak juga yang beli. Rata-rata sih memang orang Cirebon atau Indramayu yang lagi jalan-jalan ke Bandung,” paparnya.
Diantara bahan baku yang lainnya, dia katakan daun kucai adalah yang paling sulit didapatkan di Kota Bandung. Bahkan dia harus memesan kepada pedagang langganannya. 
“Kalau mau stok banyak juga takutnya layu, kan enggak kuat lama. Mau diganti sama daun yang lain nanti khasnya jadi hilang,” jelas wanita asal Indramayu ini.
Menurutnya, penjualan sego lengko ini bisa bersaing dengan makanan moderen lainnya yang dijajakan di Foodcourt BTS. Buktinya, dagangannya selalu saja habis setiap hari. 
“Mungkin orang-orang juga bosen sama makanan moderen. Nasi lengko kan walaupun sederhana tidak banyak orang yang jual,” tukasnya.
Diketahui, selain di Jawa Barat, sego lengko ini juga cukup menjadi makanan yang digemari masyarakat di Jawa Timur terutama di Brebes dan Tegal.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...