Solidaritas Warga Tana Ai, Kumpul Uang Bantu Biaya Pendidikan

SELASA, 3 MEI 2016
MAUMERE – Warga  Kecamatan Talibura, Waiblama dan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membentuk aksi solidaritas gerakan bersama Peduli Pendidikan Tana Ai. Gerakan ini bertujuan untuk membantu warga tidak mampu agar dapat melanjutkan pendidikan.

Gerakan yang diprakarsai Ketua DPRD Sikka sekaligus ketua DPD II Golkar Sikka, Rafael Raga,SP, ini didasari keprihatinan melihat anak-anak di wilayah Tana Ai yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena keterbatasan dana.
Hal ini disampaikan Rafael saat ditemui Cendana News,  usai penutupan kegiatan memperingati Hardiknas yang dipusatkan di Talibura, Senin (2/5/2016) malam.  Dikatakan Rafael, jika bukan kita siapa lagi dan jika bukan sekarang kapan lagi.
“Ini yang membuat saya mencoba menyatukan pandangan seluruh warga Tana Ai Raya untuk lebih peduli terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.
Pendidikan sebut Rafael, adalah hasil cipta rasa dan karsa, Ki Hajar Dewantara mempunyai kepedulian terhadap pendidikan bagi anak-anak negeri saat itu meski beliau seorang bangsawan.
Terbitlah Terang
Semua pihak yang peduli merasa miris melihat pendidikan di Tana Ai.Hal ini juga kata Rafael,dirasakan oleh dirinya dan semua warga Tana Ai Raya, Untuk itu mencoba menggerakan orang Tana Ai untuk bersatu bangkit memajukan pendidikan di Tana Ai.
Kita harus bisa mendorong, memberikan spirit dan semangat serta contoh yang baik kepada orang lain. Hal ini sebut Rafael dan warga Tana Ai yang sudah berhasil berinisiatif,  membentuk panitia perayaan hari pendidikan nasional se Tana Ai Raya.
“Kami hari ini sudah mendeklarasikan gerakan solidaritas pendidikan Tana Ai. Banyak aktifitas dan upaya kita untuk menjadikan  orang Tana Ai yang bodoh menjadi cerdas. Cerdas secara intelektual, spiritual, emosional dan sosial,” ungkapnya.
Rafael merasa bangga karena berapa hari ini semua insan pendidikan di Tana Ai bersemangat dan sangat aktif mendukung terselenggarnya berbagai kegiatan. Dalam seminggu beber Rafael, dana aksi solidaritas terkumpul Rp 22 juta.
Rafael juga meminta agar bupati mendukung dan memberikan spirit pengembangan percepatan pendidikan di wilayah ini, melalui launcing dan pencanangan aksi dana solidaritas pendidkan Tan Ai.
“Kami akan bersama dengan semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, agar bisa mempercepat pendidikan di Tana Ai sehingga habis gelap terbitlah terang,” terangnya.
Warisan
Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan wargaTana Ai,  terutama pinpinan dan pendidik dengan mengadakan berbagai rangkaian acara memperingati Hardiknas yang mendukung  dunia pendidikan ke depan. 
Saat ini  ungkap Ansar, kita dihadapkan dengan kondisi yang jauh berbeda dibandingkan  dengan situasi yang dialami Ki Hajar Dewatara. Begitu pesatnya kemajuan teknologi dan informasi, mewajibkan kita mengikuti pendidikan. 
“Apalagi bagi orang tua, sesungguhnya harta yang luar biasa yang diwariskan kepada  anak yakni pendidikan,” ungkap Ansar.
Pendidikan bukan saja untuk meraih titel lanjut Ansar, tapi mencari kepintaran, membentuk karakter dan membentuk moral dan keterampilan atau kompetensi. Ketiga ini, harus dibentuk dan ini merupakan tantangan bersama.
“Saya apresiasi terhadap warga Tana Ai yang mulai menyadari dengan keterbatasan yang ada. Pendidikan bukan dilakukan orang per orang tapi harus bersama-sama,” tegas bupati Ansar.

Sejak SMP, Ansar mengaku sampai kuliah dibiayai dari kebersamaan. “Orang lio mengistilahkan dengan  bou moto, kumpul-kumpul keluarga sehingga saya bisa menyelesaikan sekolah dengan dukungan dari semua orang,” jelasnya.
Ansar juga berterima kasih kepada Rafael yang menggerakan orang Tana Ai. “Jujur saja, saat ingin mencari kader dari Tana Ai untuk dipromosikan menduduki jabatan di pemerintahan, hampir tidak menemukan kader dari Tana Ai yang berkompeten dan mumpuni,” ujarnya.
Mantan wakil bupati Sikka ini juga sangat senang orang Tana Ai mulai menanamkan rasa siolidaritas untuk membentuk sebuah wadah dan menggerakan hati mengumpulkan dana solidaritas demi kepentingan pendidikan. Dengan ini kata Ansar, semakin banyak orang Tana Ai yang mengenyam pendidikan dan membawa Tana Ai ke tingkat yang lebih baik.
“Orang Tana Ai mesti keluar dari stigma orang yang mengistilahkan Tana Ai Denge,Tana Ai Ngangan atau bodoh dan terbelakang,” pesan Ansar. (Ebed de Rosary)
Lihat juga...