KAMIS, 26 MEI 2016
Lhokseumawe — Ratusan tambak atau kolam ikan air tawar milik petani di Desa meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, direndam oleh air laut. Rendaman akibat pasang purnama tersebut mengakibatkan ratusan tambak tersebut terancam gagal panen.
![]() |
| Petani tambak melihat tambaknya yang digenangi banjir pasang purnama di Lhokseumawe |
“Sudah sejak kemarin tambak kami terendam air laut pasang purnama, tinggi airnya melebihi batas tambak, sehingga ikan-ikan yang kami pelihara hilang karena keluar dari tambak,” ujar Saifan Yahya, salah seorang petani tambak di desa Meunasah Mesjid, kepada Cendana News, Kamis (26/5/2016).
Akibat dari kejadian tersebut, kata Saifan, petani tambak terancam gagal panen dan mengalami kerugian mencapai puluhan juta. Padahal, lanjutnya, beberapa tambak di kawasan tersebut tidak lama lagi sudah bisa dipanen sebagai persiapan jelang bulan ramadan. Rata-rata petani tambak tersebut, katanya memelihara ikan bandeng.
Selain menyebabkan hilangnya ratusan ekor ikan, banjir pasang air laut tersebut juga mengakibatkan pematang tambak menjadi rusak. Petani tambak berusaha memperbaikinya dan menggunakan jaring sebagai penahan ikan agar tidak keluar.
“Kami berusaha sebisa mungkin memperbaiki tambak yang hancur, ada juga yang menutupnya dengan jaring biar ikan nggak keluar lebih banyak lagi, kalau tidak kami bisa rugi besar apalagi ikannya sudah besar, sudah mau dipanen,” katanya.
Pantauan Cendana News, tidak hanya di Meunasah Mesjid, terendamnya tambak tersebut juga dialami oleh sejumlah petani tambak di daerah lain. Kerugian juga dialami oleh petani tambak Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Serta sejumlah desa di Kecamatan Blang Mangat.
Sebagaimana diberitakan kemarin, sejak Selasa lalu, sejumlah kawsan di Lhokseumawe, Aceh, digenangi oleh pasang purnama air laut. Akibatnya, sejumlah ruas jalan, rumah serta podok yang menjajakan kuliner di Lhokseumawe terendam.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lhokseumawe, Nursyamsi Muhammad Alfian, mengatakan, tinggi ombak di skeitar Aceh Utara dan Lhokseumawe mencapai 1 hingga 2 meter. Tingginya gelombang disebabkan oleh adanya angin kencang.
“Dalam beberapa hari ini gelombang ombak di laut ketinggiannya mencapai 1 sampai 2 meter di wilayah perairan kita. Hal tersebut karena adanya pergerakan angin yang cukup kencang diatas 30 km per jam,” ujar Nursyamsi Muhammad Alfian, kepada Cendana News.
Menurutnya, pasang air laut tersebut masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan. Ia mengimbau warga di sekitar pantai untuk lebih berhati-hati. “Nelayan dengan boat kecil kami himbau lebih berhati-hati atau lebih baik tidak usah melaut dulu,” pungkasnya.(Zulfikar Husein)