KAMIS, 26 MEI 2016
SURABAYA — Puluhan prajurit Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) beragama muslim melaksanakan Kauseri Agama Islam yang dilaksanakan di Masjid Al Mahdi Koarmatim.

Kauseri ini digelar untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H/2016 M, penceramah kali ini adalah Letkol Laut (KH) Chumaedi, S.Ag., yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubdis Bintal Disminpersarmatim. Dalam ceramahnya menyampaikan bahwa ziarah kubur di jaman Nabi dahulu pernah dilarang, karena pada waktu itu banyak manusia yang keimanannya masih lemah, akan tetapi setelah seiring berjalannya waktu ketika keimanan umat muslim meningkat, maka Nabi Muhammad SAW memperbolehkan ziarah kubur.
Karena inti ziarah kubur, menurut Hadist Nabi pertama mendoakan keluarga yang sudah meninggal agar diampuni dosa-dosanya, kedua diterima amal solehnya, ketiga berdoa kepada Allah SWT agar dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di surga.
“Alangkah baik bila sebelum Ramadhan dimulai, segera takziah ke sanak sodara yang telah meninggal dunia,” jelasnya ditengah-tengah ceramah di Ujung Surabaya, Rabu (25/5/2016).
Selain itu ada adab saat berziarah dimulai dari dianjurkan untuk berdoa surat Al Ikhlas sebagai ungkapan rasa hormat kepada para ahli kubur.
Tak lupa Letkol Laut (KH) Chumaedi, S.Ag., menambahkan bahwa ada kisah saat jaman Rasulullah, beliau menancapkan daun kurma yang masih basah dan berdoa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa si Fulan.
“Hal tersebut merupakan anjuran Rasulullah bahwa dengan berziarah ke makam keluarga atau kerabat wajib mendoakan serta memaafkan segala kesalahannya,” cakapnya.
Lebih lanjut Letkol Laut (KH) Chumaedi, S.Ag., mengatakan ada tiga hal yang dianjurkan oleh para ulama diantaranya yaitu transfer keimanan itu tidak terima dengan artian apabila seseorang telah berbuat syirik maka tidak diterima amal perbuatannya selama di dunia, kedua adalah bersedekah kepada si mayit yang artinya apabila ada persoalan hutang-piutang, maka keluarga diperbolehkan untuk melunasi hutangnya tersebut dan diperbolehkan beramal di masjid/fakir miskin dengan mendoakan kepada si mayit, serta ketiga dengan mengirimkan doa-doa seperti membaca surat Yasiin/ Al Fatihah kepada si mayit.
“Dalam menyambut bulan suci Ramadhan diwajibkan untuk berpuasa, bersedekah dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta melaksanakan sholat tarawaih maupun sholat sepertiga malam seperti sholat Tahajud,” pungkasnya. (Charolin Pebrianti).