MINGGU, 8 MEI 2016
BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) terus menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal yang memuat puluhan rombongan pengantin diperairan antara Desa Selangot dan Desa Tanjung Aru Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser pada Kamis lalu (5/5).
![]() |
| Evakuasi korban kapal tenggelam |
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Fajar Setiawan menjelaskan, proses penyelidikan saat ini dilakukan oleh kepolisian dengan memintai keterangan kepada Randi selaku nahkoda kapal dan tiga anak buah kapal (ABK) yakni Rasyid (45), Ridwan Suwandi (26) dan Aldi alias Bejo (24).
“Ya dalam penyelidikan sementara masih saksi. Kami koordinasi dengan pihak terkait di Paser, karena memang kapal tersebut melalui dermaga rakyat,” terangnya Minggu saat dihubungi, Minggu (8/5/2016).
Untuk dugaan sementara bahwa kapal yang berbobot 2 ton tersebut kelebihan muatan namun hal ini masih dikonfirmasi pihak-pihak terkait.
Diketahui kapal tenggelam itu terdapat 55 orang yakni 4 awak kapal dan 51 penumpang. Dari jumlah itu 47 penumpang termasuk awak kapal dalam keadaan selamat, 7 orang meninggal dunia dan 1 orang masih dalam pencarian.
Selain itu, Fajar menambahkan identifikasi korban tenggelamnya kapal penumpang KM Putra Iraya juga dilakukan dengan menerjunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Evakuasi penumpang yang selamat maupun yang meninggal, dilakukan oleh petugas gabungan diantaranya dari Polres Paser, Brimob, Basarnas, Pos TNI AL Paser dan nelayan.
[Ferry Cahyanti]