PMI Bakorwil Jateng II Bersama Basarnas Surakarta Gelar Pelatihan Relawan

SENIN, 30 MEI 2016

SOLO —- Palang Merah Indonesia (PMI) Bakorwil Wilayah II Jawa Tengah, selama dua hari ini menggelar pelatihan penanggulangan bencana bersama. Latihan yang digelar di Markas Basarnas Surakarta ini meliputi kesiapan dalam mengevakuasi  korban bencana di air maupun di jurang curam.

Komandan Satgana Solo, Sumartono, mengatakan pelatihan relawan PMI ini diikuti 270 relawan yang berasal dari Eks Karisedenan Surakarta dan Eks Karisedenan Kedu, Jawa Tengah. Latihan tanggap bencana di Markas Basarnas Surakarta, yang berada di Colomadu, Karanganyar, dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa (31/5) besok.
“Sebagai relawan PMI, mereka harus benar-benar menguasai teknik dalam penyelamatan korban bencana. Mana relawan yang bertugas sebagai pertolongan pertama, kesiapan medis, hingga keahlian penyelamatan korban bencana air maupun erupsi yang berada di lereng gunung berapi,” ujar Sumartono kepada Cendana News.   
Dijelaskan pria yang menjabat sebagai Sekertaris PMI Solo, pelatihan relawan yang tergabung dalam PMI Bakorwil Jateng II ini meliputi penanganan bencana di air, maupun di ketinggian atau jurang, pertolongan pertama dan juga dapur umum. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan relawan PMI, antisipasi adanya bencana alam.
“Pelatihan selama dua ini akan dipandu langsung oleh personil Basarnas Surakarta. Adapun pelatihan bagi relawan ini  untuk memadukan kesiapan relawan dengan berbagai fasilitas yang dimiliki PMI, sehingga dapat meminimalisir korban jiwa dalam suatu bencana,” terangnya.
Sementara itu, Koordonator Basarnas Surakarta, Amin Yahya, menambahkan Basarnas sebagai fasilitator memberikan pembekalan terkait teknik—teknik dalam penyelamatan korban bencana. Seperti langkah pertolongan pertama (PP), kemampuan penyelamatan vertical rescue, water rescue, dan juga dapur umum. 
“Jadi dengan relawan sudah dibagi menjadi masing-masing devisi, memudahkan untuk penyelamatan kroban saat bencana. Bagi yang masak langsung mendirikan dapur umum, untuk tim penyelamatan pertama harus memahami benar langkah apa yang diambil saat terjadi bencana, serta teknik-teknik penyelamatan korban lainnya,” jelasnya.
Disebutkan Amin, untuk pelatihan water rescue, Basarnas menggunakan Waduk Delingan, Karanganyar sebagai wahana untuk melatih ratusan relawan PMI tersebut. Sedangkan pelatihan penanganan korban dengan teknik vertical rescue menggunakan wahana wall climbing, Basarnas beserta peralatannya.  (Harun Alrosid) 
Lihat juga...