Peraih Medali Perak World Skill Competition Motivasi Peserta LKS

SELASA, 24 MEI 2016

MALANG — World Skill Competition (WSC) merupakan kompetisi bergengsi dua tahunan sekaligus sekaligus sebagai arena unjuk kebolehan terhadap penguasaan kompetensi keterampilan kerja di berbagai bidang kejuruan. Mereka yang berkompetisi adalah anak-anak muda berusia maksimal 22 tahun dengan standar keahlian di bidang kejuruan tertentu. 

Salah satu peserta WSC yang pernah meraih medali perak, Hari Sutanto menyebutkan, untuk dapat mengikuti WSC tidaklah mudah, banyak proses dan tahapan yang harus dilalui, salah satunya harus menjadi juara dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Pemenang diadu lagi dari beberapa juara untuk kemudian mendapatkan pelatihan sebelum akhirnya dikirim ke ajang WSC.

“Dalam lomba tersebut saya bersaing dengan kompetitor dari 10 Negara yaitu Irlandia, Thailand, Korea, Vietnam, Brazil, Jepang, Cina, Taiwan, India dan Malaysia,” jelas alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 26 Pembangunan Jakarta kepada Cendana News saat di temui di Pameran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK di Malang, Selasa (24/5/2016).
Dari 50 bidang lomba yang di lombakan di WSC, Indonesia hanya 30 peserta, Hari berhasil membawa pulang medali perak dalam bidang lomba Plastic Die Engineering dan Rifki Yanto berhasil meraih medali perunggu dalam bidang lomba Prototype Modelling.
“Saya berhasil menyabet medali perak dalam bidang lomba Plastic Die Engineering di ajang WSC 2015 di Brazil,”jelasnya.
Dia berharap peserta lomba dapat lebih bergiat untuk mendapatkan hasil maksimal dan mewakili Indonesia dalam ajang internasional.
[Agus Nurchaliq]
Lihat juga...