SENIN, 23 MEI 2016
MALANG — Selain kemeriahan yang berlangsung dalam pembukaan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) yang di adakan di gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), ternyata terdapat perbedaan dalam penyelenggaraan LKS SMK tahun ini di kota Malang dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.

Jika penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya para peserta LKS baik siswa maupun guru pendamping diinapkan di hotel, namun pada tahun ini semua peserta LKS sengaja diinapkan di rumah-rumah warga. Hal tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Hamid Muhamad, Senin (23/5/2016).
Ia menjelaskan bahwa pada LKS SMK tahun ini pihaknya memang sedang melaksanakan program Keluarga Sebangsa yaitu dengan menginapkan semua peserta LKS di rumah-rumah warga Malang dan baru tahun ini dilakukan untuk pertama kalinya.
“Dengan program keluarga sebangsa ini nantinya diharapkan ada interaksi positif antara anak-anak dengan keluarga barunya yang ada di Malang,”jelasnya.
Hal tersebut diamini juga oleh Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ia mengatakan, melalui program keluarga sebangsa ini ia berharap anak-anak dari Papua maupun dari daerah lain bisa mendapatkan pengalaman tinggal bersama dengan keluarga yang mungkin adat istiadat maupun kebiasaannya berbeda tapi sesunggunya mereka merupakan saudara sebangsa.
“Kita ingin minimal mereka bisa menjadi teman atau optimalnya bisa menjadi saudara baru. Dengan begitu perasaan sebangsa dan ikatan kebangsaan kita mampu dirajut lebih terang dari anak-anak muda yang datang dari seluruh Indonesia yang tinggal bersama keluarga-keluarga di Malang,”ungkapnya.
Diharapkan, Kota Malang dapat menjadi pioner keluarga sebangsa karena selama ini pemerintah tidak pernah melakukan acara yang melibatkan kurang lebih 2.200 orang tamu tapi tinggalnya di 450 keluarga yang ada di suatu daerah.

“Tentunya dengan program keluarga sebangsa ini, memberikan kesempatan kepada daerah-daerag lain yang tidak memiliki hotel banyak untuk tetap dapat menjadi tuan rumah atau menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak orang,”pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]