SENIN, 23 MEI 2016
MALANG — Semakin banyak dibutuhkannya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam dunia industri, membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk menambah 341 SMK baru.

“Jika biasanya pembangunan SMK itu hanya sekitar 20-25 SMK per tahun. Pada tahun ini kami akan bangun 341 SMK baru,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Senin (23/5/2016).
Disebutkan, Penambahan SMK tersebut juga akan diiringi oleh penambahan guru. Pada tahun 2020 di proyeksikan proporsi SMK di pulau Jawa mencapai di atas 72 persen, di Bali dan NTT kebutuhannya sekitar 80 persen dan di Papua hampir 90 persen. Dan strategi pemerintah adalah menuntaskan wajib belajar 12 tahun dengan melakukan ekspansi di SMK.
Ia berharap modul-modul baru yang nantinya digunakan untuk mengajar menggunakan standart yang tinggi sehingga kompetensi lulusan bukan sekedar level nasional saja tetapi sudah Internasional.
“Jadi lulusan kita nanti bisa bekerja di mana saja, tidak hanya bekerja di Indonesia tapi juga di luar negeri,”harapnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa pihaknya juga akan bekerjasama dengan dunia usaha untuk melatih para siswa seperti yang sekarang sudah diterapkan di SMK 4 Malang. Tahun pertama para siswa belajar teori dan praktek di sekolah. Pada tahun ke dua siswa belajar prakteknya di Industri dan pada tahun ke tiga kembali lagi ke sekolah.
“Dengan pendekatan seperti itu, diharapkan anak-anak SMK begitu lulus sudah langsung ada yang menampung,”ungkapnya.
Disebutkan, pihaknya sudah membuat sub direktorat baru penyelarasan kejuruan dengan perkembangan industri yang fungsinya yaitu untuk memastikan bahwa yang diajarkan itu sudah sesuai dengan apa yang di butuhkan.
[Agus Nurchaliq]