SENIN, 23 MEI 2016
SUMENEP — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan bahwa rencana pembangunan bandara di kepulauan daerah setempat tetap berlanjut. Pasalnya hingga sekarang tahapan pembebasan lahan terus berjalan, namun untuk tahapan selanjutnya masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
![]() |
| Moh. Fadilah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep. |
Sampai saat ini pembebasan lahan di Pulau Kangean yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) daerah ini sudah mencapai 7,1 Hektar. Sehingga kedepan hanya akan melakukan langkah selanjutnya untuk kembali melakukan pembebasan lahan sesuai kebutuhan bandara, agar pembangunan lapangan terbang tersebut tidak sampai memakan waktu lama.
“Pengembangan Lapter kepulauan terus berlanjut, artinya sebagaimana ketentuan dari aturan sisi udara runway (Landasan Pacu) itu adalah pemerintah pusat dan provinsi. Jadi pengembangan bandara di Kangean ini secara tekhnis pembangunan mungkin di tahun 2017,” kata Moh. Fadilah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Senin (23/5/2016).
Disebutkan, bahwa apabila pada tahun 2017 pembangunan bandara di Pulau Kangean sudah dimualai, kemungkinan besar pada tahun 2018 sudah bisa beroperasi. Maka masyarakat nantinya tidak perlu lagi menenpuh perjalanan yang lebih lama, karena dengan keberadaan transportasi udara perjalanan akan lebih cepat dibanding dengan menggunakan transportasi laut.
“Tahap pertama pembebasan lahan sudah selesai, jadi tinggal 18 Hektar lagi yang akan dibebaskan. Kalau untuk pembebasan tanah berikutnya, kita tunggu rekomendasi lokasi spek tekhnis dari kementerian,” jelasnya.
Menurutnya, pembebasan yang kedua tidak bisa semerta-merta dilakukan oleh pemerintah daerah, karena masih harus mengacu terhadap dasar DED (Detail Engineering Design) master plan serta rencana induk yang diajukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi jawa Timur. Sebab jika tidak menyesuaikan dengan lokasi yang ditentukan rekomendasi kementerian tersebut nantinya khawatir salah lokasi.
“Tetapi untuk bandara kepulauan Masalembu masih menunggu adanya penyerahan pengelolaan aset dari pertamina. Bilamana itu sudah diserahkan, maka beroperasinya bandara tersebut akan lebih awal dari yang Kangean, karena disana sudah ada landasan pacu sepanjang 1800 Meter,” pungkasnya. (M. Fahrul)