KAMIS, 19 MEI 2016
JAKARTA — Pagi tadi, Kamis (19/5/3016) pukul 04:53 WIB, saat itu Kereta Api (KA) Bisnis Senja Utama Solo melintas dengan kecepatan sedang di jalur rel kereta dekat WTC Mangga Dua, Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat. Saat melintasi palang pintu pelintasan, KA Senja Utama Solo menabrak Bus Transjakarta dengan Nopol B 7258 TGB dan sebuah mobil Toyota Avanza dengan Nopol B 2198 TFO yang kebetulan melintas pada waktu bersamaan. Akibat kecelakaan tersebut, 2 orang mengalami luka-luka, masing-masing Adil Setiawan (32) pengemudi Bus Trans Jakarta dan Didi Juhendi (23) pengemudi Toyota Avanza.
Beruntung dalam insiden kecelakaan tersebut, Bus Transjakarta sedang kosong belum mengangkut penumpang, karena baru saja berangkat dari Garasi/Pool, begitu juga dengan mobil Toyota Avanza yang kebetulan juga tidak sedang mengangkut penumpang. Namun kecelakaan tersebut sempat mengakibatkan lumpuhnya lalu lalang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek dan arus lalu lintas kendaraan bermotor di Jalan Gunung Sahari Raya, karena posisi badan Bus Trans Jakarta yang panjangnya sekitar 12 meter tersebut berada di tengah jalan dan juga tepat berada diantara 2 jalur rel kereta.
Tak lama setelah kecelakaan, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta dengan aparat kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan upaya evakuasi. Dengan bantuan alat derek, petugas memindahkan badan Hus Trans Jakarta tersebut ke tempat lain agar arus lalu lintas kendaraan bermotor dan lalu lalang kereta lancar kembali. Upaya evakuasi berhasil selesai pada pukul 07:40 WIB, sedangkan pada pukul 08:00 WIB. Bus Trans Jakarta yang naas tersebut sudah dipindahkan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pantauan Cendana News pukul 08:30 WIB, kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas kendaraan bermotor tak dapat dihindari sebagai dampak dari kecelakaan tersebut. Jalan Gunung Sahari Raya nyaris tidak dapat dilalui dari kedua arahnya, Cendana News yang kebetulan juga naik Bus Trans Jakarta terpaksa harus turun di Halte Jembatan Merah, kemudian berjalan kaki sejauh 300 meter untuk mencapai lokasi TKP tersebut. Imbas kecelakaan tersebut juga dialami KRL Janodetabek, praktis semua perjalanan KRL dari Stasiun Jakarta Kampung Bandan-Stasiun Jakarta Kemayoran lumpuh total dan baru dapat dilalui pada pukul 08:00 WIB.
Eva Chaerunissa, Manager Communication PT. KAI Commuter Jabodetabek mengatakan “imbas dari kecelakaan antara KA Senja Utama Solo yang setiap harinya melayani rute Solo-Jakarta/sebaliknya sempat membuat perjalanan KRL Jabodetabek dari dan menuju Stasiun Kemayoran hingga Stasiun Kampung Bandan/sebaliknya terganggu.
“Pada sekitar pukul 08:00 WIB, jalur rel kereta baru dapat dilalui kembali setelah proses evakuasi selesai dilakukan pada pukul 07:40 WIB, saat ini perjalanan KRL Jabodetabek sudah kembali normal,” terangnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/5/2016).
[Eko Sulestyono]