Mahasiswa Unimal Demo Rektorat, Tuntut Transparansi UKT

SENIN, 16 MEI 2016

ACEH—Ratusan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Aceh, menggelar aksi demonstrasi di rektorat kampus setempat, Reulet, Aceh Utara, Senin (16/5/2016). Dalam aksinya mahasiswa tersebut meminta pihak rektorat transpransi terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Aksi protes yang digelar mahasiswa tersebut sempat ricuh karena pihak rektorat menghadang niat mahasiswa yang ingin menemui langsung Rektor Unimal, Apridar. Para mahasiswa meringsek masuk ke dalam gedung rektorat secara paksa.

“Selama ini kita melihat pihak rektorat tidak transparan dalam mengelola UKT, kita menilai pihak rektorat seenaknya saja menentukan UKT,” ujar Romi Afrizanur, Ketua BEM Fakultas Ekonomi, yang ikut dalam aksi tersebut, kepada Cendana News.

Selain menuntut adanya transparansi dalam pengelolaan UKT, para mahasiswa juga meminta pihak rektorat menghapus salah satu butir yang dianggap diskriminatif. Butir tersebut tertera pada poin nomor 4 syarat penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.

Syarat tersebut adalah mewajibkan calon mahasiswa Unimal menandatangani surat pernyataan tidak akan melakukan aksi protes tentang UKT. Dalam syarat tersebut, mahasiswa baru nantinya saat kuliah dilarang melakukan aksi protes terkait nilai UKT. Surat tersebut juga diharuskan ditandatangani diatas materai.

“Poin tuntutannya  adalah kita minta pihak rektorat merevisi poin no 4 yang tertera didalam syarat penerimaan mahasiswa baru tahun 2016. Kemudian, melampirkan print out rincian biaya kuliah tunggal mahasiswa baru,” kata Romi.

Selain itu, para mahasiswa tersebut juga meminta, pihak rektorat melibatkan para pimpinan lembaga mahasiswa seperti BEM dalam penentuan nilai UKT. Mereka juga meminta pihak akademik melibatkan mahasiswa dalam membuat keputusan.

“Kita minta para mahasiswa itu dilibatkan secara aktif dalam mengambil kebijakan dan keputusan yang menyangkut dengan perkuliahan, dan semua yang menyangkut dengan kemahaiswaan yang dilakukan oleh pihak rektorat atau akademisi,” pungkasnya. (Zulfikar Husein)
Lihat juga...