Akom Optimistis Menang Satu Putaran

SENIN, 16 MEI 2016

BALI—Kandidat Ketua Umum Partai Golkar, Ade Komaruddin optimistis jika ia akan ke luar sebagai pemenang dalam pemilihan di Munaslub yang menurut rencana akan digelar hari ini, Senin 16 Mei 2016. Andi Biya Gobel juru bicara Sahabat Muda Akom menuturkan, jika taka da intervensi dari pihak manapun, Akom akan menang dalam satu putaran saja.


“Saya yakin Akom akan menang. Kalau pemilihan digelar malam ini, Akom ke luar sebagai pemenang,” kata Andi di lokasi Munaslub.
Bahkan, Andi yakin Akom akan menang dalam satu putaran saja. Hingga kini, Andi melanjutkan, Akom telah mengantongi modal 361 suara dari total 560 suara yang akan diperebutkan. “Data kami sampai hari ini berdasarkan surat pernyataan dan lain sebagainya, dari 560 total suara yang diperebutkan Akom mengantongi 361 suara,” beber Andi.
Andi meyakini kemenangan itu makin sempurna manakala mekanisme dilakukan secara tertutup. “Harus tertutup. Akom menang,” tegas dia. Menurut rencana, proses pemilihan akan digelar malam ini. Saat ini, agenda sidang paripurna masih memasuki pandangan DPD tingkat I dan II.
Pada saat sama, Andi juga mengutuk keras pernyataan Luhut Binsar Panjaitan mengenai Ketua Umum Partai Golkar yang diinginkan istana. Luhut menyebut Presiden berharap Ketua Umum Partai Golkar tak merangkap jabatan. Menurut Andi, pernyataan Luhut sebagai bentuk intervensi kepada pemilik suara.  
“Kami mengutuk keras Luhut yang melakukan intervensi terhadap voters untuk melakukan pemilihan pada Munas kali ini. Kami tidak setuju hak konstitusi Caketum diintervensi Luhut. Kami menghormati beliau sebagai kader Golkar. Kami tidak berharap keberadaan beliau merusak nilai demokrasi,” tegasnya.
Ia meminta kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk menegur keras Luhut yang selalu mencatut nama keduanya. Bagi Andi, pernyataan Luhut itu tak hanya merugikan Akom belaka, akan tetapi juga semua kandidat. “Ini sangat merugikan kandidat yang ada. Kami menyarankan kepada Presiden, karena kami yakin Presiden tidak pernah ikut campur, akan tetapi Luhut selalu mengatasnamakan Presiden. Kami meminta dia ditegur keras.
Apalagi, katanya, Luhut juga sudah bermanuver dengan mengundang Caketum untuk melakukan pertemuan.
“Di PAN tidak masalah (rangkap jabatan), kenapa di Golkar terjadi (dipermasalahkan). Tradisi kita di Golkar memang begitu (tak masalah rangkap jabatan). Akbar Tanjung saat jadi ketum rangkap jabatan tak masalah. Pak JK sebagai Wapres juga rangkap jabatan ketum tak masalah. Kami tidak percaya itu omongan Presiden,” katanya.
Untuk memberikan efek jera kepada Luhut, Andi mengaku sedang mendiskusikan untuk melaporkan tindakan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan itu kepada Komite Etik Munaslub Partai Golkar. “Kita lagi rumuskan, kita cari bukti otentik, kita akan lapor ke Komite Etik,” demikian Andi. (Bobby Andalan)
Lihat juga...