Kelompok Cipayung Tuding Bupati Sikka Lakukan Pembohongan Publik

KAMIS, 26 MEI 2016

MAUMERE — Terkait dengan pernyataan Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera di media cetak lokal tentang dokter ahli kandungan akan tiba Senin (23/5/2016) dituding oleh aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung sebagai sebuah pembohongan publik. Hal tersebut dilontarkan saat demo di kantor bupati, Kamis (26/5/2016).

“Bupati sudah menipu masyarakat lewat pernyataan di media ini,” sebut Ketua PMKRI cabang Maumere, Desideramus Bitan dalam orasinya saat bertatap muka bersama Wakil Bupati Sikka dan para pejabat di depan tangga pintu masuk.

Pemkab Sikka sebut Bitan mengutip berita tersebut mengatakan sudah berkomunikasi dengan Dinkes NTT. Tapi kenyataan saat ini wakil bupati Sikka, Kadis Kesehatan dan Diretur RS TC Hillers katakan belum ada dokter kandungan sehingga apa yang dikatakan Bupati Sikka ini tidak benar.

“Yang paling penting fakta sudah menunjukan dokter kandungan tidak ada. Jadi sangat jelas bupati sudah menipu berdasarkan pernyataan di media ini,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Orin Lado Wea dari PKMRI Maumere, Risky Bomba dari GMNI Sikka dan Farouk Abdu ketua PMII Maumere. Dikatakan Orin, penyampaian bupati di media lokal tersbeut jelas-jelas merupakan sebuah kebohongan dan ini perbuatan yang tidak pantas dilakukan seorang pemimpin terhadap rakyatnya.

“Ini persoalan serius menyangkut keselamatan nyawa anak bangsa tapi kenyataannya bupati seolah-olah tutup mata dan melakukann kebohongan lewat pernyataannya di media,” tegas Orin.

Sementara itu Risky bahkan tegas mempertanyakan apakah ada keseriusan Pemkab Sikka menangani persoalan ini. Apakah pemerintah ada atau memang tidak ada sehingga tidak menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebeelumnya, dalam berita yang dimuat di media cetak lokal terbitan Senin (23/5/2016) dijelaskan doketr kandungan dari RS Prof Dr.W.Z Yohanes Kupang akan tiba di Maumere Senin (23/5/2016). Ketiadaan dokter ahli tersebut tegas bupati Ansar dalam berita tersebut bukan karena masalah intensif tetapi karena kelangkaan dokter ahli. Pemkab Sikka sebut Ansar akan segera mengurusnya dan tidak tutup mata.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...