KAMIS, 26 MEI 2016
MAUMERE — Ketiadaan dokter ahli kandungan di RS TC Hillers Maumere yang merupakan rumah sakit milik Pemkab Sikka menyebabkan Kelompok Cipayung berdemo ke kantor bupati Sikka.

Dalam demo yang dilakukan aktivis mahasiswa yang terdiri dari PMKRI Maumere, GMNI Sikka dan PMII Maumere, Kamis (26/5/2016) ini, mahasiswa menuntut agar bupati segera mendatangkan dokter kandungan dalam waktu 3 kali 24 jam.
Selain melakukan long march sejauh 1,5 kilometer dari sekertariat PMKRI Maumere, mahasiswa juga melakukan aksi teatrikal di depan tangga kantor bupati Sikka.
Dalam aksi ini diperlihatkan kebobrokan pelayanan yang ada di RS TC Hillers Maumere dimana para perawat dan dokter sibuk berbicara dan mengutak-atik telepon genggam tanpa memperdulikan pasien yang meminta dilayani.
Bahkan dalam aksi ini terlihat keluarga pasien yang hendak melahirkan harus beradu mulut dengan perawat dan dokter karena sang ibu dibiarkan terlantar mengerang kesakitan.
“Kami ini tunjukkan kepada masyarakat dan pejabat pemerintah kondisi nyata yang ada di rumah sakit Pemkab Sikka dimana nyawa manusia disepelekan,” ujar Orin Lado Wea kepada Cendana News saat aksi.
Dikatakan Orin, pihaknya ingin mendengar langsung dari bupati Sikka apa yang akan disampaikan terkait ketiadaan dokter ahli kandungan ini.
Dokter ahli tutur Orin merasa tidak betah karena manajemen rumah sakit yang amburadul. Pelayanan sangat buruk, perawat bersikap apatis saat pasien meminta dilayani.
“Bupati terlihat masa bodoh dan terkesan menipu masyarakat Sikka karena mengatakan dokter kandungan sudah tiba sejak tiga hari lalu tapi nyatanya tidak ada,” tegas Orin.
Dokter Ahli Terbatas

Usai aksi teatrikal mahasiswa diterima berdialog bersama Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar, Kadis Kesehatan Sikka, dr.Maria B.S Nenu, MPH dan Direktur RS TC Hillers Maumere dr. Junaedi Sinaga.
Nong Susar saat dialog bersama mahsiswa menjelaskan, Pemkab Sikka tidak tinggal diam atas kasus ini apalagi membiarkan kebobrokan terjadi di rumah sakit milik Pemkab Sikka.
Segala langkah dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur. Bupati Sikka sudah lakukan komunikasi dengan Bupati Flotim untuk meminjam dokter kandungan dari sana dan juga dengan Dinas Kesehatan provinsi NTT.
“Mudah-mudahan sebelum batas waktu yang ditetapkan Kelompok Cipayung dokter kandungan sudah tiba dan bertugas di Sikka,” ujar Ning Susar.
Sementara itu Kadis Kesehatan menjelaskan sulitnya mendatangkan dokter ahli ke Sikka. Untuk itu kata Kadis Maria, Pemkab Sikka sedang menyekolahkan 15 dokter untuk mengambil spesialis.
“Setahun hanya ada 3 dokter spesialis yang lulus dari sebuah universitas sehingga memang dokter ahli sangat langka dan semuanya menumpuk di Jawa,” papar Maria.
Siap Diganti
Direktur Rc TC Hillers Maumere, dr. Junaedi Sinaga kepada Cendana News usia aksi menyampaikan, dokter dari Kupang sudah membli tiket dan sudah siap berangkat ke Maumere.
Saat ditanyai kapan pastinya tiba di Maumere, Sinaga belum bisa pastikan dan hanya berkata tiket pesawat sudah dibeli. Yang penting kata Sinaga dokternya sudah bersedia dan siap bertugas di Sikka.
“Waktunya belum bisa saya pastikan, kita tunggu saja kedatangan dokter tersebut. Saya siap biar diganti namun itu kan kewenangan bupati saya hanya jalankan perintah saja,’ jelas Sinaga.
Usai berdialog, para pendemo yang dikawal puluhan Satpol PP dan aparat Polres Sikka yang juga menerjunkan mobil water canon membuabarkan diri. Mahasiswa mengancam akan menduduki kantor bupati Sikka bila tuntutan dari Kelompok Cipayung tersebut tidak diindahkan.
[Ebed De Rosary]