Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Masih Fluktuatif

KAMIS, 26 MEI 2016

JAKARTA — Menjelang Ramadhan, beberapa harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Ibukota berfluktuasi. Berdasarkan data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat terdapat beberapa pergerakan, diantaranya bawang, beras hingga daging ayam.
Disebutkan, harga beras yang beberapa bulan lalu sempat naik tajam, mendekati akhir Mei 2016 relatif stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan disebabkan datangnya musim panen raya sejak bulan April 2016.
Sedangkan harga aneka jenis Cabai juga cenderung menurun karena sedang memasuki musim panen raya, sehingga diprediksi tidak akan mengalami kenaikan hingga memasuki Lebaran 2016.
BPS Pusat juga memprediksi menjelang memasuki bulan Ramadhan 2016, harga Bawang Merah, Bawang Putih dan Daging Ayam berpotensi tinggi hingga mulai awal bulan Ramadhan hingga memasuki Lebaran 2016. 
Untuk Bawang Merah dan Bawang Putih memang belum memasuki musim panen raya, diperkirakan musim panen raya mulai awal Juli 2016. Sedangkan untuk harga Daging Ayam naik karena dipengaruhi masih tingginya harga daging sapi secara nasional yang rata-rata mencapai Rp. 100.000 per kilogramnya.
Pantauan Cendana News di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Pusat, harga daging ayam potong awalnya hanya Rp. 20.000 per kilogram, sekarang harganya berada di kisaran Rp. 30.000-32.000 per kilogram. Kenaikan harga daging ayam potong ternyata juga diikuti kenaikan harga daging ayam kampung dari sebelumnya Rp. 43.000 per kilogram menjadi Rp. 50.000 per kilogram. Para pedagang eceran Daging Ayam di pasar-pasar tradisional memprediksi bahwa harga Daging Ayam akan terus meroket jika permintaan jauh lebih tinggi dari kemampuan dan ketersediaan stok.
“Kenaikan bahan kebutuhan pokok sudah mulai terasa mendekati Ramadhan 2016, namun yang paling tajam adalah naiknya harga Daging Ayam Potong dan Daging Ayam Kampung, sampai-sampai kita sebagai pedagang eceran Daging Ayam yang sehari-hari berjualan di pasar-pasar tradisional di Ibukota Jakarta sampai kebingungan bagaimana menjualnya agar cepat habis, kalau harganya naik tajam seperti ini, jelas para konsumen mengurangi porsi pembelian Daging Ayam, paling hanya seperempat atau setengah kilo saja” demikian dikatakan Zaenudin, seorang penjual Daging Ayam di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Pusat (26/5/2016).
[Eko Sulestyono]
Lihat juga...