Jelang Ramadan, Bisnis Layangan di Lhokseumawe Meningkat

RABU, 4 MEI 2016

ACEH — Menjelang bulan suci Ramadan tahun 2016, bisnis laying-layang semakin menggiurkan di Kota Lhokseumawe, Aceh. Layang-layang  yang disebut Geulayang Tunang oleh warga Aceh, menjadi salah satu olah raga favorit saat bulan puasa.

“Musim panas seperti ini sangat ramai orang main layang-layang. Kalau bulan puasa biasanya warga itu main layang sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa,” ujar Murdani, salah seorang pedagang layang di Desa Panggoi, Lhokseumawe, kepada Cendana News, Rabu (4/5/2016).
Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk membuat dan menjual layangan. Menurutnya, hasil penjualan layangan menjelang memasuki bulan suci ramadan ini dapat membantu perekonomian keluarganya.
Murdani memprediksi, pembeli layang akan semakin meningkat saat 10 hari menjelang masuknya bulan puasa. Saat ini saja, layangan yang diusahakan Murdani sudah laku banyak. Selain itu, saat ia juga menerima beberapa pesanan khusus layang.
“Sejauh ini lakunya cukup baik, sudah mulai banyak yang beli. Ada juga beberapa yang sudah pesan khusus untuk bulan puasa nanti. Ini sudah seperti tradisi,  ketika masuk bulan puasa kita main layang-layang,” katanya.
Murdani juga membuat berbagai bentuk dan jenis layang-layang, diantaranya adalah layang berbentuk kupu-kupu, layang pidie, dan layang berbentuk orang. Selain itu katanya, jenis layangan dengan harga yang cukup lumayan mahal adalah layang berbentuk burung elang dan berbentuk pesawat.
Harga layangan yang dijual Murdani bervariasi, mulai dari harga Rp 20.000 hingga Rp 120.000 ribu. Harga layangan tergantung jenis layang tersebut. 
“Untuk harga layangan yang paling murah adalah layangan kupu-kupu, yang umumnya diminati oleh anak-anak, yang lumayan mahal layang berbentuk burung elang dan pesawat, karena proses pembuatannya rumit dan lama,” pungkasnya. ( Zulfikar Husein)
Lihat juga...