Infrastruktur di Kepulauan Krakatau Terus Dibenahi

JUMAT, 20 MEI 2016

LAMPUNG — Upaya pemerintah dalam mengembangkan wisata dan infrastruktur dermaga penghubung antar pulau terus dilakukan terutama gugusan kepulauan Krakatau meliputi Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Kepulauan Krakatau. Beberapa dermaga sebagai akses warga Pulau Sumatera menuju pulau pulau kecil juga ditambah.
Warga Pulau Sebesi, Usman (40) mengungkapkan, pembangunan dermaga di Pulau Sebesi telah mencapai tahap penyelesaian dan sudah bisa digunakan meski kondisinya masih sulit disandari kapal kapal berukuran kecil. Ia mengakui dermaga tersebut sulit disandari kapal berukuran kecil akibat ketinggian yang kurang pas dengan kapal kapal nelayan.
“Rencananya ke depan dermaga tersebut akan digunakan sebagai lokasi bersandar kapal kapal besar namun tetap susah disandari apalagi wacananya untuk kapal pesiar kondisinya terlalu dangkal,”ujar Usman kepada Cendana News, Jumat (20/5/2016).
Selain itu kapal kapal pengangkut wisatawan banyak berasal dari wilayah Anyer Banten sehingga kapal kapal tersebut tidak banyak melakukan aktifitas sandar di wilayah Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku. Berbagai upaya pembenahan dilakukan diantaranya menambah panjang dermaga dan terus melakukan perbaikan pada dermaga tradisional yang sebelumnya terbuat dari kayu dengan dermaga permanen sistem cor beton.
Pantauan Cendana News, dermaga Pulau Sebuku telah dibangun dengan sistem beton sehingga memudahkan warga melakukan aktifitas sandar kapal dan menggantikan dermaga kayu yang sudah lapuk dimakan usia. Wacana pemerintah membangun dermaga khusus wisata di Desa Banding yang telah diwacanakan terpaksa tak bisa terealisasi dan fasilitas dermaga masyarakat masih menggunakan dermaga Canti di Kecamatan Rajabasa.
“Pernah ada rencana membangun dermaga khusus wisata di desa Banding dan dermaga khusus angkutan antar pulau di Canti namun warga masih belum menyetujui karena Banding merupakan pantai wisata bahari,”ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebelumnya telah melakukan proses pembangunan penahan ombak di sekitar dermaga Canti berikut pembangunan dermaga yang sempat tertunda. Pembangunan dermaga Canti, yang terletak di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan  akan kembali dilanjutkan.
Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mengaku, lantaran persyaratan yang belum lengkap, membuat pembangunan dermaga itu harus di tunda. Meski persyaratan yang belum lengkap tersebut diungkapkan Kasi Pelabuhan Dishub Lamsel, Heri Harpansyah, menurutnya, peluang melanjutkan pembangunan dermaga Canti ini masih terbuka lebar.
Persyaratan untuk mendapatkan dana yang bersumber dari APBN ini harus melaksanakan study keselamatan dan Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu. Sementara hingga saat ini  DED yang diperlukan belum ada.
“Jadi bukan tidak mendapat persetujuan untuk pembangunannya. Tapi karena belum lengkap persyaratannya dan tentunya masyarakat berharap dermaga yang ada sekarang bisa lebih baik jika dibangun,”ungkapnya.
Ia menjelaskan, tanah dermaga itu merupakan tanah hibah dari masyarakat. Untuk itu, pembangunan dermaga Canti ini juga di tergetkan selesai pada tahun 2018 mendatang.
“Jika DED dan syarat lain selesai tahun ini, kemungkinan besar tahun depan pembangunan akan dilakukan. Akan tetapi jika sampai dengan tahun 2018 tidak ada pembangunan kemungkinan pembangunan dibatalkan,”tutupnya.
Masyarakat di sekitar pulau terpencil berharap proses DED bisa berjalan lancar sehingga dermaga Canti bisa lebih dikembangkan untuk kemajuan pariwisata bahari di Lampung Selatan sehingga bisa menjadi lokasi kapal kapal besar. Berdasarkan data kunjungan wisata ke pulau pulau gugusan Krakatau mencapai 500-1000 wisatawan pada masa akhir pekan dan libur panjang.
[Henk Widi]
Lihat juga...