SENIN, 16 MEI 2016
SOLO —- Harga buah impor di Pasar Gedhe, Solo, Jawa Tengah, akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang sangat tajam. Bahkan untuk jenis apel Fuji, kenaikan mencapai 300 persen dari harga sebelumnya.

“Semua buah impor naik semua. Mulai dari apel, Pir, anggur, sampai jeruk semuanya naik tajam,” ujar Marthi salah satu pedagang buah kepada Cendana News, Senin (16/5/2016).
Pedagang yang sudah belasan tahun berjualan buah itu mengatakan, kenaikan harga buah impor tidak wajar. Sebab, hampir seluruh buah impor naik dua hingga tiga kali lipat dari harga normal. Disebutkan Marthi, untuk Apel Fuji, saat ini harga per kilogramnya tembus Rp100 ribu, sementara harga normal hanya Rp 32 ribu. Demikian juga untuk Pir Korea, yang semula Rp 40 ribu saat ini naik menjadi Rp 100 ribu per kilogramnya.
“Untuk jenis apel lain juga naik, seperti apel washington dari Rp 30 ribu menjadi Rp 45 ribu. Pir Australia saat ini Rp 45 ribu, harga normal 30 ribu, jeruk sankis normal Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu per Kg, dan anggur merah normal Rp 50 ribu saat ini Rp 65 ribu per Kg,” jelasnya.
Marthi mengaku, harga buah impor yang sangat tinggi ini sudah terjadi sebulan lebih. Pedagang juga tidak tahu menahu penyebab kenaikan harga yang sangat tajam tersebut. “Tidak tahu kenapa buah import mahal, soalnya dari kulakan juga sudah mahal,” terangnya.
Sejak harga buah import melambung tinggi, pelanggan banyak yang mengeluh dan semakin berkurang. Sebab, harga yang saat ini tidak terjangkau bagi pelanggan yang hampir setiap hari mengkonsumsi buah. Untuk mensiasati agar tidak merugi, pedagang mengurangi jumlah stok kulakan buah import.
“Banyak yang mengeluh, tapi bagaimana lagi memang harganya masih mahal. Agar tidak rugi terlalu banyak, kulakan saya kurangi,” papar Yatmi, pedagang lain di Pasar Gedhe Solo.
Yang lebih dikhawatirkan pedagang adalah mendekati ramadhan dan lebaran tahun ini, harga buah akan semakin tinggi. Pedagang cemas jika komsumsi buah akan semakin berkurang, karena harganya yang tak terkendali. “Jadi kulakan secukupnya, takut tidak habis, beda kalau harga murah, kulakan bisa lebih banyak,” pungkasnya.
Harga buah impor Melejit ini ditengarai karena stok barangnya yang menipis. Sebab, ada beberapa buah yang kondisinya saat ini sangat sulit di jumpai, seperti buah Pir.
[Harun Alrosid]