Rumput Liar Penuhi Fasilitas Olahraga Stadion Raden Inten II

SENIN, 16 MEI 2016

LAMPUNG—Kondisi fasilitas  Stadion Olahraga Raden Inten II yang terletak di pusat kota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung kondisinya memprihatinkan dengan rumput liar yang tumbuh di sekitar stadion. Berbeda dengan Gedung Olahraga Mini Mustafa Kemal Pasa yang sering  digunakan untuk berbagai iven, stadion Raden Inten II Kalianda jarang digunakan untuk iven-iven besar sehingga rumput tumbuh dengan subur di beberapa sisi stadion.

Stadion olahraga Raden Inten II yang terletak di depan kantor Kejaksaan Negeri Kalianda tersebut merupakan stadion yang dibangun dengan dana milyaran untuk pelaksanaan pekan olahraga provinsi (Porprov) VII sebagai tempat pelaksanaan iven olahraga sepakbola dan atletik. Padahal pengadaan rumput stadion yang menggunakan rumput khusus tersebut membutuhkan anggaran cukup besar.
Kurangnya pembinaan di bidang olahraga khususnya olahraga sepakbola membuat stadion yang cukup mewakili untuk kegiatan olahraga tersebut membuat stadion tersebut terbengkelai. Padahal menurut Joni salah satu pelatih olahraga sepakbola di Lampung Selatan, lapangan Raden Inten II bisa digunakan sebagai kandang sebuah klub sepakbola yang bisa memajukan sepakbola di Lampung Selatan.
“Selama ini olahraga digiatkan jika akan ada even pekan olahraga provinsi atau sejenisnya dan kita tahu biaya untuk mengadakan sebuah klub sepakbola cukup banyak sehingga banyak yang enggan memanfaatkan stadion”ungkap Joni saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (16/5/2016).
Joni bahkan mengungkapkan memiliki sekolah sepakbola yang melatih para murid sekolah bola justru di lapangan kecamatan dan tak pernah memanfaatkan stadion Raden Inten II yang memiliki dua tribun cukup megah untuk menonton pertandingan sepakbola. Meski berlatih di lapangan kecamatan namun antusiasme siswa sekolah bola cukup tinggi.
“Pengelolaan yang maksimal tentunya akan memajukan olahraga khususnya sepakbola di Lampung Selatan tapi melihat kondisi stadion sekarang saya juga prihatin”ungkapnya.
Ia bahkan menegaskan terbengkelainya fasilitas olahraga paska pelaksanaan Porprov VII di Lampung Selatan tak hanya dialami oleh stadion Raden Inten II Kalianda. Tidak dimanfaatkannya fasilitas olahraga juga terjadi pada lapangan sepakbola sekaligus lintasan atletik di stadion Jati Kalianda yang dibangun dengan dana milyaran.
Selain persoalan tidak adanya biaya perawatan, salah satu warga Kalianda yang juga pelatih olahraga tenis meja, Asikin, mengakui perawatan fasilitas fasilitas olahraga yang diwacanakan akan dibentuk unit pelaksana tekhnis (UPT) bahkan belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap sejumlah fasilitas olahraga.
“Rumput yang tumbuh liar di stadion Raden Inten jadi satu contohnya dan beberapa fasilitas olahraga lain pun sebagian sudah rusak termsuk kondisi wisma atlet yang terbengkalai” ungkapnya.
Ia bahkan menambahkan persoalan kisruh dalam kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Selatan dengan adanya mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan ketua KONI Lampung Selatan Nivolin CH semakin memperkeruh dan menghambat perkembangan olahraga di Lampung Selatan termasuk dalam menjaga aset fasilitas olahraga di kabupaten Serambi Sumatera tersebut.
“Kisruh kepengurusan dalam organisasi olahraga pun mengakibatkan perang dingin antar pengurus olahraga bagaimana mau mengembangkan olahraga di Lampung Selatan” keluhnya.
Ia berharap pihak terkait terutama Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Lampung Selatan segera melakukan pendataan dan pengecekan sarana olahraga yang terbengkelai dan memfungsikan sarana olahraga untuk bisa digunakan masyarakat. Sebab menurut Asikin, fasilitas olahraga di Lampung Selatan cukup banyak namun kurangnya pembinaan mengakibatkan fasilitas olahraga pun dibiarkan menganggur hingga ditumbuhi rumput liar.
Pantauan Cendana News selain stadion Raden Inten II beberapa fasilitas olahraga termasuk wisma atlet, stadion jati, Gor mini, kondisinya beberapa bagian sudah cukup memprihatinkan. (Henk Widi)
Lihat juga...