SENIN, 16 MEI 2016
SURABAYA — Hari ini sebanyak 45.018 murid Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah(MI) se-Kota Surabaya melaksanaan Ujian Nasional (UN) yang dijadwalkan mulai hari Senin (16/5/2016) hingga Rabu (18/5/2016).

Tak terkecuali dengan para murid dari Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) di Jalan Tegalsari, Surabaya pun mengikuti ujian nasional dengan tertib dan lancar.
Hanya saja yang berbeda, tiap anak didampingi oleh satu orang guru. Hal ini untuk meminimalisir kegagalan saat pelaksanaan UN.
“Sebanyak 11murid dengan tenang mengikuti ujian namun ada yang berbeda kali ini,” jelas Kepala Sekolah (Kasek) YPAB Tegal Sari, Nurul Gimawati kepada Cendana News, Senin (16/5/2016).
UN SD sendiri dilakukan tiga hari Senin hingga Rabu, untuk Senin mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia, Selasa ujian mata pelajaran matematika dan hari terakhir Rabu ujian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Pelaksanaan ujian di YPAB berbeda dibandingkan sekolah umum lainnya dengan cara soal dicetak dengan menggunakan huruf braille. Jika peserta menemui kesulitan bisa langsung bertanya kepada setiap pendamping.
“Tahun 2016 yang ikut ujian 11 anak, tahun 2015 sebanyak 7 anak, tahun 2014 sebanyak 9 anak. Tahun ini yang terbanyak,” katanya.
Perempuan berhijab ini pun menambahkan pendampingan ini diperlukan bagi siswa karena sebagian muridnya ada yang mengalami lemah otot.
“Karena ujian ini dibatasi jam, kalau ada pendamping kan mereka bisa cepat mengerjakannya,” pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]