DKK Solo Perketat Pengawasan Jajanan Sekolah

JUMAT, 20 MEI 2016

SOLO — Mengantisipasi makanan tidak sehat di lingkungan sekolah,  Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo memperketat pengawasan. Sala satu caranya yakni menggelar sidak dan mengambil sampel jajanan seperti di SD Pangudi Luhur, Solo.
Petugas DKK Solo, membeli makanan dan minuman ringan di sekitar sekolah untuk dijadikan sample dan akan diperiksa lebih juah kandungan melalui uji laboratorium.
“Sidak ini untuk mengawasi peredaran makanan dan minuman berbahaya, terutama bagi anak-anak. Untuk mengentahui kandungan zat dalam makanan ini akan diuji lab yang membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari,” ujar  pertugas DKK Solo, Hening kepada Cendana News, Jumat (20/5/16).
Dikatakan lebih lanjut, selain membawa sempel makanan, petugas juga meminta pedagang jajanan sekolah untuk membeli makanan yang berlabel SNI. “Mulai Juni nanti, pedagang yang menjual kopi bubuk harus ada label SNI-nya,” terangnya.
Pedagang juga diminta untuk lebih memperhatikan kemasan agar tidak menjual makanan maupun minuman yang kemasannya rusak. 
“Jika ada kemasan yang rusak lebih baik tidak usah dijual kepada anak-anak, karena dapat mempengaruhi kualitas jajanan,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah anak anak sekolah mengaku tidak paham dengan makanan yang mereka konsumsi, baik tanggal kadaluwarsa maupun baik burtuknya makanan. 
“Tidak tahu, kalau ingin beli ya beli begitu saja,” ungkap Bayu salah satu murid.
Petugas DKK Solo akan memngumumkan hasil uji labnya dalam beberapa hari ke depan. Bagi penjuual yang kedapatan menjual makanan dengan kandungan zat berbahaya akan dilarang berjualan di lingkungan sekolah. 
[Harun Alrosid]
Lihat juga...