JUMAT, 20 MEI 2016
MALANG — Menyikapi kecelakaan seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Cor Jesu yang bertabrakan dengan sebuah bus saat akan berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda motor kemarin, Pemerintah Kota Malang berencana akan menambah armada bus mini untuk mengangkut pelajar.

Hal tersebut disampaikan walikota Malang Mochamad Anton usai melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Balaikota Malang, Jumat (20/5/2016).
Menurutnya, tujuh armada bus sekolah yang dimiliki pemkot Malang sekarang ini masih belum dapat menjangkau keseluruhan pelajar terutama sekolah yang lokasinya berada di pinggiran dan tidak di lewati angkutan.
Disini memang masih terdapat masalah mengenai angkutan. Satu sisi di daerah pinggiran belum semuanya di lewati ankutan umum, di sisi yang lain terpaksa siswa sekolah di-‘perbolehkan’ naik sepeda motor meskipun usianya masih belum mencukupi. Salah satunya yakni dibutuhkan angkutan transportasi yang dapat menjangkau sekolah-sekolah punggiran.
Ia mengatakan, sosialisasi larangan kepada siswa yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah terus dilakukan, namun masih banyak siswa yang sembunyi-sembunyi membawa motor.
“Biasanya para siswa yang membawa motor memang tidak di parkir di sekolah tetapi di titipkan di rumah-rumah warga,”ucapnya.
Namun dengan kejadian yang kemarin, tentunya memberikan dampak kepada masyarakat untuk berfikir ulang dan tidak mengijinkan anaknya ke sekolah dengan naik motor.
Lebih lanjut, orang nomer satu di Pemkot Malang juga menyampaikan bahwa selama ini memang sudah banyak masyarakat yang menuntut untuk menambah transportasi agar memudahkan anak-anak untuk pergi ke sekolah dan tidak lagi menaiki sepeda motor.
“Kami akan menambah angkutan untuk anak sekolah seperti mini bus yang bisa masuk ke kampung-kampung agar kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali,”ucapnya.
Namun ia juga menggaris bawahi bahwa kemungkinan besar penambahan armada bus tersebut baru bisa di lakukan pada tahun 2017.
“Untuk jumlah armada yang akan ditambahkan masih melihat anggaran yang ada,”tutupnya.
[Agus Nurchaliq]