KAMIS, 12 MEI 2016
BALI — Dua calon ketua umum Partai Golkar berinisial AK dan SN diadili oleh Komite Etik. Belum diketahui persis apa yang menjadi agenda pembahasan. Informasi yang beredar, keduanya melanggar kode etik yang ditetapkan panitia Munaslub. Informasinya, keduanya sempat melakukan pertemuan dengan pemilik suara pada Munaslub. Keduanya kini harus menjalani sidang komite etik Munaslub di Hotel Inaya, Nusa Dua, sejak pukul pukul 14.00 WITA siang.?

Ketua Bidang Humas dan Publikasi Mutia Hafidz membenarkan bahwa Komite Etik tengah melakukan sidang kode etik. Hanya saja, Mutia belum mengetahui persis siapa saja yang tengah disidangkan.
“Benar, Komite Etik ada sidang sekarang sejak pukul 14.00 WITA siang di Hotel Inaya. Tapi saya belum tau kandidat nama-namanya yang disidangkan itu. Juga saya belum materi sidangnya apa,” kata Mutia saat dihubungi wartawan, Kamis (12/5/2016).
Namun secara umum, sudah ditentukan soal kode etik dari para Caketum. Salah satunya adalah? setelah penarikan nomor undian, para caketum dilarang melakukan pertemuan dengan para pemilik suara di seluruh Indonesia dengan alasan apa pun. Untuk AK dikabarkan melakukan pertemuan dengan para pemilik suara dari seluruh Kalimantan di sebuah mall di Jakarta.
Sementara untuk SN, dikabarkan telah tertangkap tangan melakukan pelanggaran kode etik yang telah ditentukan oleh Komite Etik selama proses suksesi Caketum.
Sementara suasana di Inaya Hotel Nusa Dua tampak tegang. Pihak pengamanan atau security sangat ketat. Seluruh wartawan dilarang masuk ke dalam kawasan hotel. Beberapa security yang ditemui mengaku seluruh awak media dilarang masuk ke hotel.
“Kami sudah mendapatkan arahan dari atasan kami jika seluruh wartawan dilarang masuk ke hotel dengan alasan apa pun. Ini sudah menjadi protap kami di sini selama Munaslub Golkar berlangsung,” ujar seorang security bernama Mateus.
[Bobby Andalan]