JUMAT, 27 MEI 2016
BANDUNG — Ketua Dewan Perwakilan Dearah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendukung penuh Presiden kedua Republik Indonesia (RI) Suharto diberikan gelar pahlawan nasional.

Pria yang menjabat Bupati Purwakarta ini menilai Pak Harto (sapaan Suharto) berhasil menata kehidupan di Indonesia.
“Saya pikir Pak Harto berhasil menata kehidupan di Indonesia. Orang-orang jadi mengenal listrik, mengenal jalan aspal dan mengenal pertanian,” ujar Dedi.
Secara pribadi, Dedi merasakan dampak positif dari kebijakan Pak Harto, khususnya terhadap kesejahteraan yang terjadi di negeri ini. Menurutnya, campur tangan Pak Harto dalam membangun negeri sangat ketara.
Sebagai anak Desa, Dedi pernah mengalami hidup prihatin, termasuk kesulitan mendapatkan makanan. Bahkan dia harus membagi makanan dalam satu piring untuk sembilan orang bersama keluarganya. Hal ini terjadi sebelum terwujudnya swasembada pangan.
“Saya sempat mengalami loh, karena padinya itu dulu padi pelita, umurnya hanya enam bulan, panennya setahun sekali. Kemudian masuklah Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW), akhirnya bisa (panen) setahun dua kali,” jelasnya.
Soal tuduhan kejahatan kemanusiaan yang dituduhkan kepada Pak Harto, Dedi justru heran. Begitu pula terkait dugaan korupsi, yang memang sejauh ini pun belum bisa dibuktikan.
Kendati demikian, Dedi paham betul setiap manusia pasti memiliki kelemahan. Hanya saja, harus lebih bijaksana untuk melihat dari kelebihannya juga.
“Kita bangsa ini memiliki tradisi yang baik, menghormati setiap orang yang memimpin dan orang yang telah memiliki jasa,” pungkasnya. (Rianto Nudiansyah)