Apel Hardiknas, Murid dan Guru Berpakaian Adat Sikka

SENIN, 2 MEI 2016
MAUMERE – Ada yang berbeda dari upacara memperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Upacara yang dilaksanakan di halaman kantor bupati Sikka, Senin (2/5/2016) dihadiri para pelajar dan guru sekolah yang ada di kota Maumere dengan berpakaian adat. Pakaian mereka terdiri dari 5 etnis yang ada di Kabupaten Sikka. 


Apel  bendera dengan pemimpin upacara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sikka, Simon Subandi,Ssos dan pembina upacara Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera.
“Ini sebuah kegiatan yang baru pertama terjadi, dimana para murid dan guru yang mengikuti upacara semuanya mengenakan pakaian adat,” jelas Patrisius Nong salah seorang guru saat ditemui Cendana News usai upacara.
Dikatakan Patris, ada 5 etnis yang ada di Kabupaten Sikka yakni Sikka Krowe, Lio, Tana Ai, Palue dan Tidung Bajo Lau. “Kami dibebaskan memilih pakain adat yang akan dikenakan dari 5 etnis,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Flavia da Costa, siswi SMAK Frateran Maumere. Menurut Via sapaannya, mengenakan pakaian adat saat mengikuti apel apalagi di hari pendidikan nasional ini,mengandung makna agar mencintai ada dan budaya sendiri.
“Sebagai pelajar dengan mengenakan pakaian adat kita juga diajari untuk mencintai adat dan budaya sendiri,” tutur Via.
Kepada para pelajar, khususnya di provinsi NTT dan Kabupaten Sikka, Via berpesan agar lebih giat belajar dan tekun dalam menimba ilmu.
“Kita harus bersyukur karena sekarang untuk bersekolah saja,  kita tidak perlu berjalan kaki,  karena hampir semua sekolah berada di desa apalagi di kota,” ungkap Via.
Untuk itu kata Via seharusnya anak muda saat ini harus memanfaatkan kesempatan menimba ilmu sebaik mungkin dan jangan malas membaca. Sarana dan pra sarana pendidikan di kota sudah tersedia dan memadai beda dengan di desa.
“Masih banyak anak-anak desa yang memiliki niat bersekolah,  namun terbentur biaya, sarana dan pra sarana pendidikan juga sangat minim,” pungkasnya. (Ebed de Rosary)
Lihat juga...