Anggaran Balikpapan Defisit, Penerima Beasiswa Stimulan Dipangkas

SELASA, 10 MEI 2016

BALIKPAPAN — Anggaran beasiswa stimulan melalui Pemerintah Kota Balikpapan dipangkas sebesar 50 persen akibat defisitnya anggaran tahun 2016 ini. Tidak hanya defisitnya anggaran namun juga adanya rencana perubahan Peraturan Walikota Nomor 11 tahun 2015 tentang Program Beasiswa Stimulan.
Menurut Kasubag Agama, Pendidikan dan Budaya bidang Kesejahteraan Rakyat Komaruddin, tujuan adanya beasiswa stimulan yakni ingin menstimuli mereka yang lulus SLTA memiliki keinginan melanjutkan kuliah. Sehingga nantinya kualitas SDM kota Balikpapan ke depannya terus meningkat dan mampu bersaing ke SDM lainnya. 
“Syaratnya harus orang Balikpapan untuk memperoleh beasiswa stimulan, dan nilainya kita lihat IPKnya di semester ganjil untuk PTN 3.00 dan PTS 3.25 selanjutnya kita rangking dan kita sesuaikan dengan kuota yang kita sudah siapkan,” bebernya saat ditemui Selasa (10/5/2016).
Pada tahun ini, pemohon beasiswa stimulan untuk sementara tidak bisa ditindaklanjuti. Lanjut Komaruddin, hal ini  karena adanya rencana perubahan Peraturan Walikota Nomor 11 tahun 2015 tentang Program Beasiswa Stimulan.
“Yang sudah datang menanyakan banyak tapi kita tidak bisa proses selama Perwali tersebut tidak diubah. Dari pemangkasan itu penerima beasiswa stimulan tahun ini tidak sampai 1.000 mahasiswa,” sebutnya.
Ia menambahkan jumlah penerima beasiswa Stimulan padabtahun 2015 sebanyak 2.906 orang meliputi jenjang pendidikan mulai Diploma III sampai jenjang Doktor (S3).
“Dari jumlah tersebut pemerintah mengeluarkan dana sekitar Rp 4 Milliar dengan nilai masing-masing berbeda tergantung jenjang pendidikan yang ditempuh,” sambungnya. 
Diketahui, penerima beasiswa Diploma III mendapatkan Rp 2.1 juta, Strata 1 Rp 2.3 juta, Strata 1 khusus Rp 3.5 juta, Strata 2 Rp 7.5 juta, Strata 3 Rp 12.,250 juta. Sedangkan Strata 1 penyelesaian tugas akhir (Gakin) Rp 3 juta, Strata 2 Tugas akhir Rp 8.5 juta dan Strata 3 Tugas Akhir Rp 13 juta.
[Ferry Cahyanti]
Lihat juga...