Ada Kutukan Dewa Siwa Terhadap Dewi Uma pada Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar

JUMAT, 20 MEI 2016

CATATAN JURNALIS—Dalam rangka memperingati Serangan Umum Kota Denpasar ke-70 tahun, Pemerintah Kota Denpasar memperingatinya dengan Parade Baleganjur yang diikuti 21 peserta Baleganjur. Dimana, parade ini dibuka dan dilepas langsung oleh Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang ditandai dengan pemukulan kendang bertempat sebelah utara depan Kantor Wali Kota Denpasar.
Parade baleganjur dalam rangka memperingati serangan umum Kota Denpasar ini mengangkat tema “Semangat Heroik Kepahlawanan” bertujuan memberikan ruang kreativitas berkesenian, khususnya kesenian Bali di kalangan generasi muda Kota Denpasar, sehingga generasi muda memiliki semangat yang tinggi untuk menjaga dan mempertahankan kehidupan seni budaya di Kota Denpasar agar tetap ajeg dan lestari. Di mana, parade baleganjur ini juga kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya dengan melibatkan peserta dari kalangan dari tingkat SMA/SMK, sekaa teruna dan sanggar-sanggar seni yang ada di wilayah Kota Denpasar, demikian disampaikan Ketua LVRI Kota Denpasar Ny AA Gede Putra Wiladja dalam laporannya.
Lebih lanjut dijelaskan, adapun serangakaian dalam memperingati serangan umum Kota Denpasar sudah di mulai sejak 11 April 2016 dengan ziarah/tabur bunga yang dilaksanakan di Taman Makam Pujaan Bangsa Margarana dan pemberian bingkisan kepada 1.000 orang veteran yang dilanjutkan dengan darmawisata veteran ke kebun raya bedugul. Dan pada tanggal 12 April 2016 yang lalu dengan pemberian penghargaan uang kepada empat orang veteran yang di berikan langsung kerumah veteran yang bersangkutan. Kemudian pada hari ini tanggal 18 sampai 19 Mei 2016 di adakan parade baleganjur di lapangan I Gusti Ngurah Made Agung.
Pada parade hari pertama ini penampilan baleganjur dari Banjar Binoh Kelod memukau para penonton dengan balutan pakian merah secara keselurahan pada penari dan balutan putih pada sekaa baleganjur dengan menampilkan cerita bertajuk Rsi Gana. Diceritakan, kutukan Dewa Siwa terhadap Dewi Uma berubah menjadi malapetakan bagi masyarakat. Maka dari itu Dewa Siwa mengutus Dewa Gana untuk turun ke dunia agar dapat menghadapi Dewi Durga yang merumakan jelmaan Dewi Uma. Dengan panah geni astra dan menyucikannya dengan tirta kaman dalu, akhirnya Dewi Durga pun berhasil di ruat dan menjelma kembali menjadi Dewi Uma. (Bobby Andalan)
Lihat juga...