MINGGU, 3 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH — Akibat dilanda kekeringan, sebagian warga Aceh harus menempuh jalan 2 kilometer lebih dengan jalan kaki untuk memperoleh air bersih. Warga juga harus mendaki perbukitan untuk mendapatkan persediaan air untuk mandi dan memasak.
![]() |
| Berjalan ke sumber air |
“Sumur-sumur kami sudah kering, jadi terpaksa kami naik ke wilayah bukit, disana ada sumur yang masih ada airnya, jaraknya dua kilometer lebih,” ujar Boitia, salah seorang warga Desa Cote Girek, Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, kepada Cendana News, Minggu (3/4/2016).
Menurut Mutia, warga sudah berjalan kaki mencair sumber air tersebut selama 3 bulan. Selain jauh, kata Boitia, kadang mereka juga harus mengambil air dari sumur yang juga biasa menjadi tempat minum hewan ternak seperti lembu dan kambing.
Katanya, mereka terpaksa melakukannya karena membutuhkan air untuk mencuci, memasak hingga untuk mandi. Namun, katanya tidak semua warga di desa tersebut mengambil air ke wilayah perbukitan, sebagian lain membeli.
“Kalau yang punya uang ya beli, kami terpaksa jalan kaki, walau sekali-kali kalau nggak sanggup jalan lagi, kami juga ikut beli. Kami juga khawatir karena air disana mulai berkurang karena tidak ada hujan,” katanya.
Selain itu, salah satu upaya lain yang dilakukan warga sekitar adalah menggali lagi sumur-sumur mereka lebih dalam. Namun sayangnya, pekerjaan tersebut juga tidak membuahkan hasil yang maksimal.

Ia berharap, pemerintah memberikan solusi terkait kondisi yang sedang mereka hadapi.
“Beberapa sumur disini digali lagi, tapi sama saja, nggak ada airnya, karena memang tidak ada hujan sama sekali, kami harap walikota bisa bantu kami air bersih,” pungkasnya.