MINGGU, 3 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah
BANDUNG — Menyusul turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premiun dan solar, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung, Neneng Djuaridah berharap pemerintah harus bisa mensosialisasikan, apabila menginginkan tarif transportasi Umum di Kota Kembang ikut turun.
![]() |
| Ketua DPC Organda Kota Bandung, Neneng Djuaridah |
“Apabila pemerintah menginginkan turun juga kan harus disosisalisaikan agar dilapangan menjadi kondusif,” tutur Neneng di Wastukencana Kota Bandung, Minggu (3/4/2016).
Pihaknya sendiri belum ada tindakan apapun sehubungan dengan turunnya harga BBM tersebut, mengingat pemerintah belum menganjurkan untuk menurunkan tarif. Namun menurut neneng, kebutuhan angkutan umum tak hanya perkara BBM, namun ada komponen lain, seperti spart part yang memang harganya tetap tinggi.
“Kita dari Organda hanya menunggu saja, kalau ada undangan dari pemerintah siap hadir,” ujarnya
Pihaknya mewadahi 5521 angkutan di 38 jalur. Dia akan mengevaluasi dan mengkaji kebijakan pemerintah terkait penurunan BBM tersebut. Dengan harapan bisa melihat permasalahan yang ada di lapangan, terkait apa pengaruhnya jika seandainya tarif angkutan umum juga harus diturunkan.
Neneng pun belum mendapatkan keluhan dari koperasi yang ada di bawah naungannya. Termasuk kebijakan apa yang harus dilaukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, apabila tarif angkutan umum benar-benar harus diturunkan.
“Sejauh ini kita memang belum ada keluhan apa-apa. Karena memang belum ada rapat apapun termasuk dengan Badan Koordinasi Transportasi,” pungkasnya.