Tidak Masuk Agenda Presiden, Fly Over Karanganyar Diresmikan Ganjar Pranowo

SABTU, 23 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid

SOLO —- Jembatan layang atau fly over, Palur, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah yang telah direncanakan sejak era Presiden Soeharto akhirnya dapat direalisasikan. Pada Jumat malam (22/4/2016), jalan layang tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) bersama Bupati Karanganyar Juliatmono (kanan) dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Widjaya (kiri), saat peresmian fly over Palur, Karanganyar, Jateng
Pembangunan fly over di jalur utama Solo-Karanganyar itu sebelumnya sempat diagendakan untuk diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 Desember 2015 lalu, bertepatan dengan kunjungan ke Solo. Namun ternyata kegiatan tersebut tidak masuk dalam agenda presiden. Begitu juga dengan kunjungan kerja berikutnya pada 11 Maret 2016 lagi-lagi peresmian fly over yang menelan anggaran Rp.84 milliar itu tidak masuk agenda Mantan Walikota Solo tersebut. Jokowi justru memilih memantau pembangunan Waduk Gondang, di Kecamatan Kerjo, Karanganyar, bersama dengan Menteri PU dan Bupati Karanganyar Juliatmono beserta Muspida.  
“Dulu memang Presiden akan meresmikan, tetapi karena sangat sibuk, tidak bisa meresmikan,” kata Ganjar kepada Cendana News, sebelum meresmikan fly over Palur, Jumat malam (22/4/16).
Gubernur Jateng itu mengakui, jika dalam pembangunan fly over menemui beberapa kendala, diantaranya, harus bernegosiasi dengan PT KAI, karena perluasan jalan memangkas lahan milik salah satu BUMN tersebut.  Selain itu, juga sempat tersendat dengan PLN. Hal itu lantaran untuk memindahkan tiang listrik untuk perluasan jalan fly over juga harus bernegosiasi. 
“Awalnya memang baik PT KAI maupun PLN sama-sama meminta ganti rugi. Tapi saya bilang, sama-sama untuk Negara ganti ruginya tidak usah banyak-banyak. Akhirnya semua permasalahan bisa selesai,” terangnya.
Gubernur yang asli Tawangmangu, Karanganyar itu mengaku senang fly over bisa dibangun dan diresmikan. Sebab, keberadaannya sangat penting, mulai dari mengurai kemacetan hingga memudahkan pariwista di kaki Gunung Lawu.
“Mudah-mudahan setelah dibangun, saya minta dirawat dengan baik. Jangan dicoret-coret, kalau mau coret-coret, gambar yang bagus sekalian, nanti saya fasiitasi,” pungkasnya.    
Peresmian sendiri dikemas dalam bentuk tasyakuran pemanfaatan  fly over Karanganyar, dengan Pagelaran Wayang yang digelar tepat di bawah jembatan layang tersebut.  Adanya pagelaran wayang itu dimanfaatkan ratusan warga Karanganyar sebaga hiburan gratis. 
Lihat juga...