Talud Sungai Code di Yogyakarta Ambrol, Enam Rumah Terancam Roboh

JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA — Enam rumah warga di Kampung Jogoyudan, RT 07/RW 29, Gowongan, Jetis, Yogyakarta, yang berada persis di pinggir talud Sungai Code, ambrol. Diduga, ambrolnya bagian belakang rumah kelima warga tersebut akibat gerusan air limbah rumah tangga yang merembes di sela talud dan diperparah oleh tingginya curah hujan yang turun sepanjang pekan ini. Demikian diungkapkan Camat Jetis, Ananto Wibowo, saat ditemui di lokasi, Jumat (1/4/2016).
Talud Ambrol
Akibat ambrolnya talud sepanjang 9 meter dengan ketinggian 9 meter itu, satu rumah warga yaitu milik Ny. Suci Indrawati, nyaris roboh. Lima rumah lainnya, mengalami keretakan serius sehingga enam Kepala Keluarga, yaitu Suci Indrawati, Ari Wardoyo dan Mujiono, Pujiyanto, Edi dan Suhardi terpaksa diungsikan.
Ananto menjelaskan, ambrolnya talud tersebut pertamakali diketahui pada malam kemarin, ketika salah satu penghuni rumah kost milik Suci sedang mandi. Begitu usai mandi, tanah di belakang rumah langsung ambrol. Penghuni rumah saat itu langsung lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. 
“Untungnya tanah yang ambrol tidak tepat berada di kamar mandi, sehingga tidak ada korban jiwa”, jelas Ananto, sembari menambahkan jika pemilik rumah, Suci Indrawati, hingga kini masih dalam keadaan shock.
Camat Jetis, Ananto Wibowo
Enam rumah milik warga terdampak ambrolnya talud Sungai Code, berada di sisi selatan Jembatan Gondolayu. Diperkirakan, keretakan talud lebih panjang dari yang terlihat. Bahkan, diperkirakan meluas hingga bawah jembatan, sehingga petugas kepolisian memasang garis polisi di sepanjang jembatan untuk mencegah adanya korban terperosok. 
Siang ini, kata Ananto, pihaknya dibantu petugas dari BPBD DIY, Kepolisian dan TNI serta rekan-rekan Tagana akan mengevakuasi barang-barang berharga milik warga, karena lima rumah dengan kondisi parah dan tidak mungkin bisa ditempati.
Sementara itu, pemerintah setempat akan mengungsikan warga di Balai RW setempat. Sejauh ini, kata, Ananto, penanganan akan diprioritaskan pada evakuasi barang-barang berharga milik warga dan mengungsikan penghuninya ke tempat aman, dan memperbaiki talud terlebih dahulu. Setelah itu, baru dipikirkan mengenai perbaikan pondasi dan rumah warga yang terdampak.
“Kejadian ini kami laporkan sebagai bencana, karena ada kerusakan talud”, pungkasnya.
Lihat juga...