SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Sebanyak 70 ribu kegiatan usaha di kota Balikpapan akan didata pada kegiatan Sensus Ekonomi yang akan digelar secara serentak pada bulan Mei mendatang. Jumlah itu naik dari 10 tahun yang lalu saat dilakukan pada 2006.
![]() |
| Workshop sensus ekonomi untuk pemetaan dunia usaha di Balikpapan |
Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi kota Balikpapan Sri Sutantinah menilai meningkat nya jumlah kegiatan usaha yang disensus itu seiring dengan perkembangan perekonomian kota Balikpapan yang makin pesat. Meski Balikpapan bukan daerah yang memiliki tambang batu baru, namun sektor perdagangan atau sektor perdagangan berkembang di kota ini.
“Sektor perdagangan, jasa dan usaha kecil terus tumbuh. Ini membuktikan sektor tersebut mampu bertahan,” katanya disela-sela workshop sensus ekonomi, Selasa (19/4/2016).
Untuk itu, pihaknya mengharapkan sensus ekonomi yang dilaksanakan BPS tersebut dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan dan pembangunan.
“Harapannya pemerintah daerah juga dapat mengakses hasil data sensus itu. Tujuannya membuat kebijakan yang sifatnya sementara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, Nur Wahid mengatakan, hasil sensus ekonomi ini nantinya untuk pemetaan potensi ekonomi wilayah menurut industri dan pelaku usaha, standart acuan indikator ekonomi, pemetaan daya saing bisnis berdasarkan wilayah dan prospek bisnis maupun perencanaan investasi di Indonesia.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan kerjasama dengan pelaku usaha saat petugas sensus ekonomi datang untuk menanyakan sejumlah pertanyaan mengenai usahanya. Karena data yang diperoleh tersebut menjadi rahasia dan data yang ditampilkan dari hasil sensus merupakan data agregat yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu.