Sekaa Gong Dwi Laksana, Generasi Penerus Musik Tradisional Bali

RABU, 6 APRIL 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Bobby Andalan

BALI — Sekumpulan bocah berpakaian adat Bali itu duduk di belakang sejumlah alat musik tradisional khas Pulau Dewata. Tatapan matanya tajam melirik setiap pergerakan tamu undangan yang hadir. Begitu tamu utama yang ditunggu hadir, tangan anak setingkat SD dan SMP itu seketika ‘menggebuk’ alat musik tradisional.
Sekaa Gong Dwi Laksana
Alunan musik indah tersaji dari hasil kreasi mereka. Ya, bocah-bocah mayoritas lelaki itu tergabung dalam Sekaa Gong Dwi Laksana Budaya asal Kerobokan, Badung. Meski masih bau kencur, namun tangan mereka terampil menggebuk gendang dan gamelan, hingga harmoni terjalin indah.
Bagus Danu salah seorang anggota Sekaa Gong Dwi Laksana Budaya menuturkan, sedari kecil ia berlatih megamel di banjarnya. Kali ini, ia diminta pentas pada peresmian kantor baru DPD Partai Gerindra Bali.
 “Untuk tampil di sini saya dan teman-teman mempersiapkan diri sejak enam bulan lalu,” katanya kepada Cendana News, Rabu (6/5/2016).
Selama ini, seminggu tiga kali ia berlatih di banjarnya. Tawaran pentas di beberapa tempat tiap bulan ada saja datang kepada kelompoknya. 
“Ada saja tawaran manggung. Ya, kita kan diurus oleh yang senior-senior, jadi kita tunggu kabar saja dari mereka,” ucapnya.
Danu dan temannya tak malu memainkan alat musik tradisional. Meski rekan sebayanya kini banyak yang bermain alat-alat teknologi canggih.
“Ya, main kan tetap ada waktunya. Soalnya orang Bali harus bisa bermain musik ini. Saya sih tidak malu,” katanya.
Lihat juga...