Kasus Tabrak Lari, Ayah Korban Harap Pelaku Bertanggungjawab

RABU, 6 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah

BANDUNG — Nasib malang menimpa pasangan suami istri asal Kabupaten Bandung, Heri Juheri (37) dan Imas Hasanah (35). Pasalnya, sang anak Ridho Maulidin Sukarna (5) diduga menjadi korban tabrak lari, pada 30 Maret lalu.
Ayah Korban, Heri
Akibat tabrak lari itu, sang anak mengalami remuk pada bagian tulang kaki hingga bagian tungkai kaki. Terparah ada pada kaki bagian kiri, lantaran aliran pembuluh darahnya tidak berfungsi dan harus diamputasi.
“Bagi saya yang terjadi biar saja saya ambil hikmahnya. Mudah-mudahan terdengar sama pelaku, biar menyadari kesalahannya,” tutur Ayah Korban, Heri di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Rabu (6/4/2015).
Kejadian terjadi di Jalan Raya Soreang-Cipatik, kawasan Desa Jelegong, Kabupaten Bandung. Sayangnya tak ada warga setempat yang mau bersaksi.
“Saya juga sampai sekarang masih enggak percaya. Keadaan saya lagi kacau menghadapi kejadian yang menimpa anak saya ini. Pikirkan kesehatannya biayanya sedangkan saya orang tidak punya,” ujar pria yang bekerja sebagai kuli ini.
Kini sang anak sudah mulai bisa berkomunikasi,  hanya saja belum menyadari bahwa salah satu kakinya diamputasi. Heri merasa miris bila membayangkan masa depan anaknya yang masih balita.
“Walaupun sekarang sakit, tapi masih ada kelucuan-kelucuan. Anaknya juga aktif, tidak pernah terlihat capek,” katanya.
Menurutnya, kejadian terjadi pukul 17.00 WIB. Saat itu, putranya ini hendak jajan ke sebuah warung yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Nucki Nursjamsi Hidajat menyampaikan kemungkinan kaki korban terlindas mobil.
“Kalau melihat patahannya simpel kemungkinan kecepatannya rendah. Ini bayangkan saja kakinya remuk, berarti mungkin kecepatannya agak tinggi,” ujar Nucki.
Lihat juga...