RABU, 27 APRIL 2016
SOLO— Puluhan orang dari berbagai elemen umat islam di Solo, Jawa Tengah, Selasa sore (26/4/2016), mendatangi di gedung DPRD Kota Solo. Kedatangan ormas dan elemet islam itu sebagai protes penyataan anggota DPR RI Ruhut Sitompul yang dinilai menghina perasaan umat islam, karena menyebut pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kasus kematian Siyono dengan sebutan hak asasi monyet.

Pernyataan Politisi Partai Demokrat itu muncul saat komisi III memanggil Kapolri untuk dimintai pertanggungjawaban atas kematian Siyono dalam penanganan Densus 88, beberapa waktu lalu. Pernyataan anggota komisi III DPR RI tersebut sangat disesalkan oleh kalangan umat islam, dan pernyataanya disinyalir justru membela Densus 88.
“Densus 88 melanggar HAM, HAM apa yang dilanggar, Hak Asasi Monyet,” ucap Humas LUIS Solo Hendro Sudarsono menirukan pernyataan yang dilontarkan Ruhut Sitompol saat dengar pendapat dengan Kapolri, kepada awak media, Selasa petang (26/4/16).
Pernyataan tersebut, lanjut Hendro, sangat merugikan umat islam yang selama ini berusaha untuk mencari keadilan bagi Siyono. Terlebih bagi keluarga, pernyataan Ruhut itu tidak layak keluar dari wakil rakyat yang duduk di Senayan, karena sangat merugikan keluarga Siyono.
Dikatakan, kedatangan element islam untuk menemui Sekretaris Partai Demokrat Solo, Supriyanto, agar menyampaikan protes element islam kepada DPP Partai Demokrat di Jakarta.
Saat mendatangi kantor DPRD, massa juga membawa sejumlah poster yang berisi kecaman yang meminta Ruhut dipecat dari Partai dan keanggotaan DPR.
Element Islam Solo juga mengajukan sejumlah tuntutan yang disampaikan kepada Wakil DPRD Solo tersebut. Diantaranya, meminta Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mem-PAW (pergantian antar waktu) Ruhut Sitompul, meminta Mahkamah Kehormatan Dewan untuk melakukan pengusutan dan hukuman karena mengeluarkan ucapan yang melukai umat islam, dan tidak layak dikatakan oleh wakil rakyat.
Sementara itu, Sekretaris Partai Demokrat Kota Solo, Supriyanto menyatakan apa yang dikatakan Ruhut Sitompul, bukan merupakan pernyataan sikap partai. Hal itu pernyataan pribadi yang bukan garis besar dari Partai Demokrat.
Meski demikian, pihaknya sebagai kader partai tetap akan menyampaikan apa yang menjadi protes elemet Islam Solo kepada DPP.
“Kami akan sampaikan kepada DPP, karena yang mempunyai wewenang terkait pernyataan Ruhut tersebut,” pungkasnya. (Harun Alrosyd)