KAMIS, 21 APRIL 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Seluruh Jakarta siang ini, Kamis (20/4/2016) mengadakan aksi demonstrasi dan unjuk rasa untuk menolak reklamasi Teluk Jakarta dan melawan segala bentuk penertiban dan penggusuran bangunan rumah tempat tinggal mereka yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, khususnya di sepanjang pesisir Pantai Utara atau Teluk Jakarta. Mereka menggelar aksinya di Jalan Medan Merdeka Utara, kawasan sekitar Monumen Nadional (Monas) dekat Istana Negara.
| Demo nelayan di kawasan Monas |
Ratusan massa datang dengan membawa spanduk dan poster yang bertuliskan “Tolak Reklamasi Teluk Jakarta”. Poster-poster tersebut dibentangkan di pinggir jalan, sehingga para pengendara kendaraan bermotor atau pejalan kaki yang kebetulan melintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat dapat melihatnya dengan jelas.
Mereka menyebutkan, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus (DKI) Jakarta selama ini telah berbuat tidak adil dan sama sekali tidak pernah berpihak kepada rakyat miskin. Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok tersebut telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para pengembang perumahan atau apartemen dan lebih berpihak kepada orang-orang yang kaya, golongan ekonomi menengah keatas.
“Kami yang ada di sini adalah warga masyarakat nelayan yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta atau yang dikenal dengan Teluk Jakarta tersebut selama bertahun-tahun, dimana sebagian besar mereka para nelayan menggantungkan hidupnya bekerja menangkap ikan di lautan, hari kita melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak segala bentuk reklamasi teluk Jakarta dan penggusuran sepihak yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta,” kata Lukman, seorang perwakilan pengunjuk rasa kepada wartawan di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2016).
“Kalau Pemprov DKI Jakarta masih tetap ngotot untuk melaksanakan penggusuran dan melanjutkan reklamasi Tekuk Jakarta, maka kami akan bersatu untuk melakukan penolakan, kami bertekad akan mempertahankan rumah tempat tinggal, kami tidak akan takut dengan siapapun dan akan melakukan perlawanan, baik secara hukum maupun dengan cara pendekatan persuasif, namun kami tidak akan melakukan tindakan anarkis yang justru akan dapat merugikan diri sendiri,” terangnya kepada wartawan.
Berdasarkan pantauan Cendana News, hingga pukul 14:30 WIB, para pengunjuk rasa masih berorasi dan menyampaikan aspirasinya, namun kejadian tersebut tidak sampai mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan bermotor dan pejalan kaki yang melintas di sekitar kawasan Monas, Jakarta Pusat. Ratusan aparat kepolisian gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat tampak terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi tempat berlangsungnya aksi unjuk rasa para nelayan tersebut.