SENIN, 25 APRIL 2016
MAUMERE — Proyek pembangunan jaringan air bersih yang berasal dari provinsi NTT bagi kecamatan Nelle meliputi 3 desa yakni Nelle Urung, Nelle Lorang dan Nelle Wutung senilai hampir 2 miliar rupiah menuai masalah. Pasalnya, proyek di tahun 2015 tersebut sampai saat ini belum dinikmati masyarakat. Pemasangan jaringan pipa induk sudah melewati desa-desa tersebut namun air tidak mengalir meski ada beberapa rumah yang sudah dipasangi pipa.
![]() |
| Kepala desa Nelle Lorang Magdalena Febronia dan anggota DPRD Sikka Faustinus Vasco saat berdialog di kantor desa Nelle Lorang. |
Hal ini disampaikan Frederik Sadipun dan Fransiskus Sadipun, tokoh masyarakat desa Nelle Lorang saat berdialog bersama anggota DPRD Sikka, Faustinus Vasco, Senin (25/4/2016). Dikatakan Frederik, masyarakat masih bertanya-tanya kapan proyek ini bisa dinikmati hasilnya.
“Ada beberapa rumah yang sudah terpasang pipa namun air tidak kunjung mengalir. Saat ditanyakan ke kontraktor dan dinas Pekerjaaan Umum Sikka kami tidak mendapat jawaban memuaskan,” ujar Frederik.
Ditambahkan Fransiskus, kontraktor dan dinas Pekerjaan Umum Sikka hanya menjawab bahwa pipa lama banyak yang sudah bocor dan rusak sehingga air tidak mengalir. Masyarakat bertanya-tanya sebut Fransiskus, apakah proyek ini memang harus menggunakan jaringan pipa lama ataukah memang dipakai pipa baru.
“Dari jatah 90 rumah yang harus dipasang meteran di desa Nelle Lorang, banyak yang belum dipasangi pipa. Banyak material akhirnya ditumpuk di kantor desa,” terang Fransiskus.
Desa Setor Rp.100 juta ke PDAM
Sementara itu, Kaur Umum desa Nelle Lorang, Yohanes Vianey mengakui, 8 Oktober 2015 pihaknya mengalokasikan dana 100 juta rupiah dari kas desa yang bersumber dari dana APBN untuk membantu proyek ini. Dana tersebut langsung disetor ke PDAM Sikka. Dikatakan Vianey, saat itu dari 3 desa semuanya diminta untuk menyetor dana masing-masing 100 juta rupiah ke PDAM Sikka.
“Kami setor dana 100 juta rupiah ke kantor PDAM Sikka namun sampai saat ini masyarakat kami belum juga menikmati air bersih,” jelas Vianey.
Ditambahkan Vianey, pihaknya sudah menanyakan ke PDAM Sika dan dinas PU Sikka kapan proyek ini terealisasikan karena ini proyek besar dengan dana 2 miliar rupiah. Apalagi dengan menyetor dana desa masyarakat juga bertanya-tanya apakah memang ada kewajiban dari desa ataukah memang proyek ini sudah termasuk pemasangan pipa ke rumah-rumah.
“Ini kan dana desa yang harus kami pertanggung jawabkan, jadi kami pertanyakan kapan masyarakat bisa mendapatkan air. Apakah benar desa wajib mengalokasikan dana juga,” tutur Vianey.
Kepala desa Nelle Lorang kecamatan Nelle, Magdalena Febronia pun meminta agar proyek ini segera direalisasikan karena sebagai kepala desa yang baru beberapa bulan terpilih dan dilantik dirinya selalu ditanyai masyarakat desa. Magdalena berharap agar DPRD Sikka bisa memperjuangkan hal ini.
Cuma Diberikan Pipa
Faustinus Vasco, anggota DPRD Sikka menegaskan pasti ada yang tidak beres dengan dalam proyek ini. Vasco mempertanyakan, kemana uang sebesar 100 juta rupiah diserahkan dan siapa yang menyuruhnya.
“Saya akan menanyakan hal ini ke dinas PU Sikka dan juga ke PDAM Sikka terkait dana pembangunan jaringan air bersih ini,” kata Vasco.
Dipaparkan Vasco, untuk tahun 2016 ada alokasi dana untuk jaringan air bersih di kecamatan Nelle, dimana untuk IKK Nelle I sebesar 1.1 miliar rupiah sementara untuk IKK II sebesar 788 juta rupiah. Dana tersebut bersumber dari DAK dan DAU.
Vasco meminta agar masyarakat menanyakan persoalan proyek dari provinsi yang tidak rampung dan mengecek kenapa proyek tersebut terlantar.
“Ini dana sudah habis 2 miliar rupiah tapi proyeknya belum beres jadi jangan sampai nanti ada dana 2 miliar rupiah lagi nasibnya sama, Masyarakat harus mempersoalkan ini,”tegas Vasco.
Data yang diperoleh dari kantor desa Nelle Lorang menyebutkan, proyek jaringan air bersih tersebut dibangun sepanjang 15 kilometer dan dikerjakan CV,Timur Jaya. Di desa Nelle Lorang banyak yang sudah dipasang pipa ke rumah-rumah namun ada yang cuma diberikan pipa, kran dan meteran, tapi belum terpasang.
Pantauan Cendana News di dusun I desa Nelle Lorang, dari 24 rumah yang harus dipasangi pipa air, baru 4 rumah yang sudah disambungi pipa dan meteran air. Sisanya sebanyak 20 rumah hanya diberikan meteran, pipa dan kran saja, sehingga masyarakat masih menyimpannya di rumah mereka.
Beberapa material menumpuk di kantor desa seperti meteran dan penutup meteran dari bahan seng.Juga beberapa kran masih tersimpan di kantor ini. Masyarakat heran, uang dari desa sudah diberikan namun kenapa air belum juga mengalir.(Ebed De Rosary)