SENIN, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rustam / Sumber Foto : Koko Triarko
YOGYAKARTA – Pegawai Kantor Arsip Daerah Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta mendatangkan replika Prasasti Salimar yang diklaim sebagai prasasti cikal-bakal adanya Desa Sleman. Prasasti yang berasal dari zaman Mataram Kuno itu menunjukkan Desa Sleman telah ada sejak tahun 802 Saka atau 808 Masehi.
Retno Susiati, Kepala Arsip Daerah Sleman menunjukkan Prasasti Salimar
Hal tersebut sebagaimana terbaca dari huruf Jawa Kuno pada prasasti batu andesit, yang menyatakan pula bahwa Salimar merupakan tanah perdikan. Tanah pemberian dari Raja Mataram Kuno, Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala kepada Sang Hakim dan Eksekutor Hukum Syariat Agama Sang Pamgat Balakas pada tahun 880 Masehi. Tanah berupa hutan tersebut diberikan sebagai hadiah atas jasanya kepada kerajaan.
Kepala Arsip Daerah Kabupaten Sleman, Retno Susiati, menjelaskan, Prasasti Salimar itu pertamakali ditemukan di Dusun Demangan, Catur Tunggal, Depok, Sleman, dengan angka tahun 802 Saka atau 10 Oktober 808 Masehi. “Prasasti itu sebagai bukti otentik dari cikal-bakal Sleman, yang dulu disebut Salimar,” ujarnya.
Dalam prasasti berbahasa Jawa Kuno itu, lanjut Retno, antara lain berbunyi, Selamat Tahun Saka yang telah berlalu 802, Bulan Kartika Tanggal 3 Bagian Bulan Terang, Mawulu (hari yang bersiklus enam) Pahing yang bersiklus lima, Senin yang bersiklus tujuh, ketika Sang Pamgat Balakas (Pu Balahara) menetapkan perdikan hutan di Salimar.
“Ada pun para Rama atau tetua desa di Kandang yang menyerahkan tanahnya antara lain disebutkan adalah Kalang si Wama, Gusti si Dai, Patih si/Pingul, si Lingir, Parujar si Pindah, Wanakasa si Tadah, dan masih banyak lagi”, ungkapnya.
Namun demikian, Retno mengatakan, Prasasti Salimar yang baru saja didatangkannya dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DI Yogyakarta untuk disimpan di Kantor Arsip Daerah Sleman itu hanya replika. Sedangkan yang asli tetap disimpan di BPCB DIY sebagai lembaga yang berhak menyimpan dan merawat benda cagar budaya.
Dengan adanya replika Prasasti Salimar di Kantor Arsip Daerah, Retno berharap masyarakat bisa semakin mengetahui sejarah terbentuknya Kabupaten Sleman. Pasalnya, kata Retno, selain replika Prasasti Salimar tersebut, pihaknya juga telah menyediakan salinan Risjblad Kesultanan Yogyakarta Nomor 11 Tahun 1916, yang menjelaskan perubahan tata pemerintahan di Kabupaten Sleman. “Berdasarkan risjblad itu pula, Hari Jadi Kabupaten Sleman ditentukan, yaitu pada 15 Mei 1916”, pungkasnya.