SENIN, 25 APRIL 2016
Editor : Rustam Djamaluddin
MAGELANG — Sepanjang pekan ini, warga masyarakat di kawasan Pecinan, Kota Magelang, Jawa Tengah, dibuat resah oleh adanya aksi penembakan misterius. Meski tak sampai timbul korban jiwa, namun sebanyak 9 orang mengalami luka. Kini, Kepolisian Resort Magelang Kota membentuk tim khusus guna memburu pelaku penembakan misterius tersebut.

Hingga Senin (25/4/2016), warga Magelang Kota, Jawa Tengah, mengaku masih trauma, menyusul aksi penembakan misterius dan membabi buta yang terjadi sejak pekan kemarin. Sementara itu, petugas kepolisian belum berhasil mengungkap motif dan pelaku penembakan misterius.
Kepala Kepolisian Resort Magelang Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Edi Purwanto, mengatakan, hingga hari ini, Senin (25/4/2016), pihaknya telah memeriksa dua orang sebagai saksi. Menurutnya, dua orang tersebut diperiksa sebatas saksi berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari warga yang biasa berada di lokasi kejadian, seperti tukang becak, pemulung dan sejenisnya.
Kecuali itu, pihaknya juga memanggil dua orang tersebut untuk dimintai keterangan berdasarkan CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian penembakan. Namun demikian, Edi menegaskan, jika kedua orang tersebut hanya dimintai keterangan sebagai saksi.
Polres Magelang Kota juga telah membentuk tim khusus yang diterjunkan di sekitaran lokasi kejadian di kawasan Jalan Pemuda, Kota Magelang. Edi menjelaskan, pihaknya membentuk 6 Tim Khusus yang terdiri dari berbagai unsur dengan tugas berbeda, yaitu pencegahan dan pengejaran pelaku dengan jumlah total personil sebanyak 30 orang.
Sementara itu, berkait jumlah korban penembakan misterius, Edi mengungkapkan, hingga hari ini tercatat ada 9 orang korban yang telah datang melapor. Dari 9 korban tersebut, 8 orang merupakan perempuan dan 1 orang laki-laki. Mereka, kata Edi, mengalami penembakan di kawasan yang sama, yaitu di kawasan pertokoan pecinanan, Jalan Pemuda Kota Magelang.

Dari satu korban laki-laki yang mengalami luka di bagian dada, petugas mendapati bekas proyektil peluru yang menempel di baju korban. Ada pun dari 8 korban perempuan, petugas tak mendapati bekas proyektil, kecuali bekas luka yang semuanya berada di bawah pinggang.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Sabtu (16/4/2016) terjadi aksi penembakan misterius secara membabi buta di kawasan pertokoan pecinan Jalan Pemuda, Magelang Kota. Penembakan terjadi pada sore hingga malam hari sekitar pukul 21.00 wib, saat pertokoan di kawasan tersebut sudah tutup.
Salah seorang korban penembakan, Imanuela Indah Woro (17) yang merupakan pelajar asal desa Kemirirejo, Magelang Selatan, mengalami luka di bagian betis kiri.

Woro yang datang melapor ke Polres Magelang Kota pada Jumat (22/4/2016) menuturkan, pada Sabtu (16/4/2016) malam sekira pukul 21.00 wib, ia menyeberang jalan raya di ruas Jalan Pemuda untuk membeli pulsa. Namun ketika berada di tengah jalan, ia mendengar ada suara letupan kecil, dan bersamaan dengan itu bagian betis kaki kirinya terasa sakit.
Karena tak begitu sakit, Woro membiarkannya dan terus melanjutkan ke toko pulsa. Beberapa lama kemudian, ia baru merasa sakit. Setelah dilihat, ternyata ada bekas luka berbentuk bulat kecil berwarna hitam.
Tak ingin terjadi sesuatu, ia pun segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang. Setelah diperiksa dan dirontgen, ditemani sang ibu kemudian Woro pada Jumat (22/4/2016) melapor ke Polres Magelang Kota. Woro berharap, polisi bisa segera mengungkap kasus penembakan itu agar warga lain tak mengalami nasib serupa. (Koko Triarko)