Peran Besarnya Hampir Terlupakan, Linmas Berharap Ada Perhatian

SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA — Pasca dibubarkannya Hansip (pertahanan sipil) pada 2002, yang kemudian diganti dengan Linmas (Perlindungan Masyarakat), keberadaannya kini tak sefamilier dahulu. Bahkan ketika pada hari ini, Selasa (19/4/2016), merupakan Hari Peringatan Hansip/Linmas, tak ada gelora semangat dalam memperingatinya.
Kepala Desa Sinduharjo, Sudardja
Jika merunut sejarahnya, Hansip yang sekarang telah diubah namanya menjadi Linmas memiliki peran besar bagi bangsa ini sejak zaman Belanda. Kendati tak digaji, saat itu menjadi Hansip dirasa membanggakan. Namun, sayangnya pada tahun 2002 Hansip dibubarkan. Sejumlah anggota Hansip saat itu pun merasa dicampakkan.
Tak lama setelah, muncullah Linmas sebagai pengganti Hansip. Peran dan fungsinya sama. Melindungi masyarakat dari gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat dan tidak menerima gaji. Dengan perubahan nama yang tanpa diikuti perubahan apa pun dalam aspek peran, fungsi dan kesejahteraannya, perubahan nama Hansip menjadi Linmas dirasa membingungkan warga.
Kepala Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Sudardja, ditemui Selasa (19/4/2016), mengatakan, di Hari Peringatan Hansip/Linmas ini ia berharap agar perubahan bagi kesejahteraan. Pasalnya, selama ini Pemerintah dianggap kurang memperhatikan nasib para Linmas, yang selama ini bekerja tanpa pamrih dan tidak menerima gaji. Bahkan, untuk seragam pun mereka harus bersabar menunggu pembagian yang biasanya setiap 5 tahun sekali ketika menjelang Pemilihan Umum.
Tak hanya Linmas, kata Sudardja, sejumlah pekerja sosial atau relawan lainnya di desa-desa sangat banyak jumlahnya. Misalnya, PKK, Karang Taruna, dan sebagainya. Sementara untuk tenaga Linmas di desanya ada sebanyak 109 orang, yang berasal dari 17 pedukuhan. 
Selama ini, kata Sudardja, pihaknya selalu mengupayakan adanya imbal balik bagi petugas Linmas, karena pekerjaan mereka memang harus dihargai. Misalnya dengan memberikan anggaran sebesar Rp.15 Juta setiap tahun, yang dialokasikan untuk berbagai keperluan seperti pelatihan bela diri dasar dan koordinasi. 
Lihat juga...