SELASA, 26 APRIL 2016
JAKARTA — Pengamat Anggaran Politik dari Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai kerusuhan di beberapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dikarenakan layanan perawatan narapidana dan tahanan menurun drastis.

“Dari tahun 2015 sampai 2016 mengalami penurunanan dratis, penurunan tersebut pada angka nominal sebesar Rp.248 Milliar,”papar Uchock di Senayan, Jakarta Selasa (26/4/2016).
Disebutkan, pada 2015, anggaran untuk layanan perawatan sebesar Rp.1 Triliun, dan pada tahun 2016, anggaran layanan hanya Rp.752 Milliar.
Dia menjelaskan, turunnya anggaran perawatan, ditambah dengan kelebihan kapasitas, sangat memungkinkan sering terjadi kerusuhaan.
“Kondisi lapas kita sangat over kapasitas, bahkan ada rutan yang sampai 300 persen over kapasitasnya,” imbuhnya.
Ia mengharapkan Kementerian Hukum dan HAM dapat memperhatikan permasalahan tersebut dengan serius.(Adista Pattisahusiwa)